Abstrak
ABSTRAK Musri Sukmal, NIM 14 206 012 (2019). Judul Skripsi: “Syifa` dalam Perspektif Alquran”. Jurusan Ilmu Aquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini beranjak dari permasalahan dalam pengobatan yang terjadi di tengah masyarakat yang masih menggunakan cara dan sumber obat yang haram dalam pengobatan ketika terpapar suatu penyakit. Hal ini jelas bertentangan dengan sabda Nabi sholallahu `alaihi wasalam yang melarang umatnya berobat dengan menggunakan sesuatu yang haram, baik media obat maupun cara berobat yang ditempuh. Oleh karena itu, penulis tertarik meneliti ayat-ayat Syifa` dalam Alquran. Tujuan pembahasan ini adalah demi mengetahui dan menjelaskan bentuk pengobatan islami berdasarkan ayat-ayat Alquran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir tematik (maudhu`i). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan Syifa`, Sedangkan sumbar data skunder merupakan pelengkap yang meliputi kitab-kitab tafsir dan buku-buku yang berkaitan dengan Syifa`. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu dengan menghimpun ayat-ayat Alquran yang berbicara tentang Syifa` dengan menggunakan kitab al-Mu`jam al-Mufahras li Alfadz Alquran al-Karim. Pengolahan data dilakukan dengan mengklasifikasikan ayat-ayat tentang Syifa` kemudian diolah dan digali penafsirannya, merujuk kepada kitab tafsir yang ada serta memaparkannya dengan kalimat yang efektif disertai analisa penulis. Hasil penelitian ini adalah bahwa Alquran merupakan petunjuk dan rahmat dari Allah Swt. yang di dalamnya terdapat obat penawar (Syifa`) bagi segala bentuk penyakit orang-orang beriman. Baik itu penyakit yang terdapat dalam hati (ruhani) manusia maupun penyakit fisik (raga). Adapun cara mencegah penyakit dengan Alquran dilakukan dengan metode neurofisiologi Alquran yaitu mendengarkan bacaan Alquran, baik yang dibaca sendiri maupun yang dibacakan orang lain dan dengan metode releksasi transendensi yaitu releksasi jiwa dengan membaca Alquran . Sedangkan cara penerapan ayat Alquran sebagai obat yaitu dengan beberapa metode yaitu pertama: ruqyah, dengan cara membacakan ayat-ayat ruqyah pada penderita yang sakit. Kedua: memperbanyak zikir pada Allah. Ketiga: mengikuti petunjuk Alquran. Keempat: memperbanyak berdoa kepada Allah. Fungsi Alquran sebagai obat penawar (Syifa`) hanya berlaku kepada orang-orang yang beriman, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat Alquran tersebut. Sedangkan bagi mereka yang tidak beriman kepada Alquran maka tidak berpengaruh apapun terhadapnya melainkan hanya menambah kerugian belaka.