Profil penulis
TUTI
210 karya publik ditemukan.
ISBD (PM)
ISBD (G)
ISBD (CM)
ISBD (CM)
ISBD
This is the new edition of the first consolidated ISBD that was published in 2007. The first years of usage have led to interesting and useful corrections and additions. Many cataloguers and practitioners worldwide will welcome this updated first class tool, which is useful and applicable for descriptions of bibliographic resources in any type of catalogue.
Isbd(cr): International Standard Bibliographic Description for Serials and Other Continuing Resources
Revised from the ISBD(S): International Standard Bibliographic Description for Serials.
Вопросы поэтики русской и советской литературы в литературной критике А.В. Луначарского
Report LiU-PEK-R.
Nekotorye voprosy Leninskoĭ teorii nekapitalisticheskogo puti razvitii︠a︡
Kreativ konfliktlösning för mellanstadiet
Rapport från Institutionen för Praktisk Pedagogk vid Göteborgs Universitet
Types of achievement and examinations
Mapping European comparative education research perspectives
Göteborgs universitet, Institutionen för pedagogik
Tenants' Preferences on Facilities and Design of Apartment
Manajemen strategik dalam organisasi
Perlindungan hukum terhadap investor pasar modal dalam hal penjaminan saham dihubungkan dengan Undang-Undang nomor 42 tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia
Langkah raja Jawa menuju istana
Political activity of Sultan Hamengkubuwono X in running for president in 2009 Indonesian election and spiritual life of Javanese sultans.
Kebangkitan Etnis Menuju Politik Identitas
Marjinalisasi dan diskriminasi yang dialami sebuah etnis dalam kurun waktu yang sangat lama membuat ikatan emosional etnis semakin erat dan kuat, karena adanya common cause, common goal, and common interest dan akhirnya memunculkan politik identitas, yang merupakan aliran politik dengan melibatkan seseorang atau kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan karakteristik, seperti agama, etnis dan budaya.Konsep tersebut sejalan dengan simpulan dan temuan penelitian ini, yaitu: (1) marjinalisasi dan diskriminasi etnis Dayak di Kalimantan Barat telah menyebabkan ikatan emosional etnis Dayak semakin erat dan kuat, sehingga memunculkan politik identitas etnis Dayak dan membuat lebih mudah dikonsolidasi untuk memilih tokoh dari etnis Dayak sebagai Gubernur; (2) demokrasi dan desentralisasi pada era reformasi merupakan peluang bagi etnis Dayak untuk berkompetisi dengan mencalonkan tokoh dari etnis Dayak sebagai Gubernur; (3) kemenangan tokoh dari etnis Dayak sebagai Gubernur Pada Pilkada Gubernur Kalimantan Barat pada Tahun 2007 telah menggugurkan mindset yang dibentuk oleh kolonial Belanda bahwa Dayak Ulun atau kuli dan oleh Orde Baru bahwa Dayak pemalas serta tidak produktif, sekaligus kemenangan ini telah menyelamatkan dan mengangkat harkat dan martabat etnis Dayak yang selama ini kurang diperhatikan; (4) kenyataan bahwa lembaga politik resmi atau partai politik tidak selamanya mampu menjadi arena perpolitikan yang handal untuk dapat memenangkan kandidat dalam sebuah kompetisi seperti Pilkada; (5) Teori Were (1996) yang mengatakan bahwa partai politik yang representative merupakan wadah dan alat untuk proses konsolidasi, komunikasi, dan kompetisi dalam pemilihan umum, dapat digugurkan oleh munculnya politik identitas yang memenangkan tokoh etnis Dayak pada Pilkada Gubernur Kalimantan Barat tahun 2007. Buku dengan analisis komprehensif ini membawa kita pada kenyataan bahwa partai politik tidak selamanya dan bukan satu-satunya yang dapat diandalkan sebagai wadah atau alat pemenangan Pemilihan Umum. Munculnya politik identitas telah berhasil mengkonsolidasikan etnis Dayak secara emosional untuk memenangkan tokoh Dayak dalam kontestasi politik. Buku Kebangkitan Etnis menuju Pilitik Identitas ini menawarkan referensi bagi kepala Negara (cq. Kementrian dalam negeri) sebagai penentu kebijakan daerah di seluruh Indonesia terutama dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman yang sudah lama terabaikan, pengkaji ilmu politik, peminat studi politik, dan para pemangku kepentingan di bidang politik.