2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUCI KURNIA, NIM,2002012046, judul Tesis ”Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kepuasan Kerja Guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Tanah Datar” Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Batusangkar. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya pengaruh dari lingkungan kerja dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya 1) pengaruh signifikan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Tanah Datar, 2) pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Tanah Datar, dan 3) pengaruh lingkungan kerja dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersamaan terhadap kepuasan kerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif jenis expost facto. Penelitian dilakukan di seluruh SMP Negeri di Kabupaten Tanah Datar dari bulan Februari sampai Juli 2022. Populasi penelitian adalah seluruh guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Tanah Datar yang berjumlah 111 orang guru dari 49 sekolah. Sampel sebanyak 87 orang guru yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang dikembangkan penelitian ini berbentuk kuesioner. Ada tiga kuesioner yakni kuesioner lingkungan kerja, kepemimpinan kepala sekolah dan kepuasan kerja dengan menggunakan skala likert. Kuesioner yang sudah dibuat divalidasi oleh dua orang ahli IAIN Batusangkar dan satu ahli dari Ketua MGMP IPA Tanah Datar dan dilakukan uji Aiken. Kuesioner diujicobakan terhadap 20 orang guru IPA kemudian dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik pengumpulan data dengan mendistribusikan kuesioner kepada seluruh responden dengan menggunakan google form kepada 56 orang dan penyerahan angket secara langsung kepada 31 orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini berguna untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah statistik Inferensial yaitu menggunakan uji t (regresi sederhana) dan uji F (regresi berganda). Variabel penelitian ini adalah lingkungan kerja dan kepemimpinan kepala sekolah sebagai variabel bebas dan kepuasan kerja sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, lingkungan kerja (X_1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru (Y). Kedua, kepemimpinan kepala sekolah (X_2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru (Y). Ketiga, secara bersamaan lingkungan kerja (X_1) dan kepemimpinan kepala sekolah (X_2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru(Y). Dari hasil ini, maka hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan lingkungan kerja dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja Guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Tanah Datar (H_a) dapat diterima.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
SUCI KURNIA ARDILA, NIM. 15 300 100 105, Judul Skripsi “KEGIATAN GERAKAN SUBUH BERJAMAAH (GSB) UNTUK MEMBENTUK NILAI RELIGIUS DAN NILAI SOSIAL MASYARAKAT PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA” Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019, jumlah halaman pada skripsi ini adalah 98 halaman.
Kegiatan GSB yang dilaksanakan di Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya merupakan kegiatan yang baru bagi masyarakat Pulau Punjung dan sekitarnya. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana bentuk-bentuk Kegiatan rutin wirid mingguan, iktikaf, tahajjud berjamaah, subuh berjamaah, penyampaian ceramah/tausiyah dan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membentuk nilai religius dan nilai sosial masyarakat Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk Kegiatan GSB untuk membentuk nilai religius dan nilai sosial masyarakat Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara peneliti dengan penggerak Kegiatan GSB dan masyarakat Jemaah Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya yang ikut dalam GSB. Teknik analisis deskriptif kualitatif menggunakan model Miles and Huberman, kemudian untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk kegiatan GSB untuk membentuk nilai religius dan nilai sosial masyarakat Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut; (1). Kegiatan wirid mingguan didalamnya memberikan materi terkait ibadah, Dari kegiatan wirid mingguan ini nilai religius masyarakat yang terbentuk adalah, memperbaiki bacaan shalat, melaksanakan shalat berjamaah, disiplin pada waktu pelaksanaan shalat dan ketaatan kepada Allah SWT lebih meningkat (2). Kegiatan I’ktikaf dalam GSB sudah tidak berjalan dengan baik. (3). Kegiatan Shalat tahajjud berjamaah di GSB sudah tidak dilaksanakan lagi di karenakan kegiatan I’ktikaf juga tidak berjalan (4). Kegiatan Shalat subuh berjamaah membentuk nilai religius masyarakat yang terbentuk yaitu meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, ikhlas, disiplin, rasa bertanggung jawab, hidup sehat dengan rutin bagun subuh dan bergerak melaksanakan shalat ke Masjid/mushola. (5). Penyampaian ceramah/tausiyah, dalam kegiatan ini nilai religius yang terbentuk yaitu, taat kepada Allah SWT, cinta ilmu, dan membiasakan bersedekah serta menjadi pribadi yang lebih mandiri. Nilai sosial yang tertanam dalam diri masyarakat Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya ialah kepedulian antar sesama makhluk hidup, mempererat silahturahmi antar sesama, saling tolong menolong antar sesama.
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan wakaf tunai pada KJKS BMT Al-Fataya Payakumbuh dan mengetahui hambatan dan solusi yang ditawarkan dalam pelaksanaan wakaf tunai pada KJKS BMT Al-Fataya Payakumbuh.
Jenis yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah field research atau penelitian lapangan yang bersifat deskriptif, yang menjelaskan tentang pengelolaan dana wakaf tunai pada BMT Al-Fataya Payakumbuh, serta hambatan dan solusi yang ditawarkan oleh BMT Al-Fataya Payakumbuh. Untuk itu, teknik yang penulis gunakan dalam pengumpulan data adalah melalui wawancara dengan pimpinan BMT Al-Fataya dan wakif BMT Al-Fataya serta, pengolahan dokumen yaitu laporan keuangan nadzir wakaf tunai.
Wakaf tunai dilaksanakan mulai dari penghimpunan, pendayagunaan, dan penyaluran dilakukan oleh BMT Al-Fataya tanpa campur tangan pihak lain. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan diketahui bahwa pelaksanaan wakaf tunai pada BMT Al-Fataya secara signifikan belum mengalami perkembangan. Hal ini, disebabkan oleh pengetahuan masyarakat yang masih beranggapan bahwa wakaf hanya dapat dilaksanakan menggunakan harta tidak bergerak, serta belum adanya petugas yang khusus untuk menangani wakaf tunai tersebut sehingga sosialisasinya dinilai kurang maksimal. Karena, itu BMT Al-Fataya menggunakan voucher wakaf disebabkan wakif masih berwakaf dalam jumlah kecil.
Dana wakaf dihimpun melalui sosialisasi kepada nasabahnya terlebih dahulu, serta mengajak karyawan/ti untuk berwakaf setiap bulannya dan kepada masyarakat umum. BMT Al-Fataya melakukan beberapa langkah sosialisasi untuk menghimpun dana wakaf antara lain, face to face kepada masyarakat, menggunakan buletin, iklan, dan brosur-brosur yang diedarkan kepada masyarakat, dan ikut serta berpartisipasi dalam mengikuti atau menyelenggarakan seminar-seminar yang dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai ekonomi Islam khususnya mengenai wakaf tunai.
Dana yang dihimpun kemudian diinvestasikan untuk usaha oleh Al-Huffadz Mart untuk modal berjualan pulsa dengan menggunakan pola bagi hasil (Mudharabah) dan investasi dalam bentuk deposito pada BMT Al-Fataya. Hasil dari pengelolaan dana wakaf tersebut disalurkan kepada kaum dhuafa, anak yatim yang ekonominya lemah, masyarakat miskin, dan kepada orang-orang jompo (lanjut usia/uzur).
Untuk pelaporan dana tersebut BMT Al-Fataya cendrung melakukan pelaporan dalam jangka waktu satu tahun sekali, meskipun idealnya dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada Badan Wakaf Indonesia Pusat melalui internet. Untuk pengawasan semuanya diserahkan kepada pihak Dewan Pengawas Syariah BMT Al-Fataya sendiri yaitu H. Zulkifli Muhammad Ali.,MA. Hal ini disebabkan dana wakaf yang terkumpul pun belum terlalu besar.