Nilai-nilai kepemimpinan dalam kisah nabi Nuh a.s (Perspektif Tafsir maqashidi)
Kepemimpinan dalam Islam memiliki nilai-nilai yang dapat dijadikan teladan dalam menghadapi tantangan zaman. Kisah Nabi Nuh a.s. merupakan salah satu contoh nyata dari kepemimpinan yang penuh hikmah, ketabahan, dan keberanian dalam menghadapi cobaan. Skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai kepemimpinan yang terdapat dalam kisah Nabi Nuh a.s. melalui perspektif tafsir maqashidi, dengan menggunakan pemikiran Abdul Mustaqim yang memperkenalkan konsep, yaitu hifz al-Biah (penjagaan terhadap lingkungan), hifz ad-Daulah (penjagaan terhadap negara), dan hifz ad-Din (penjagaan terhadap agama). Pendekatan maqashidi dalam tafsir berfokus pada pemahaman tujuan syariah yang lebih luas, yaitu untuk mencapai kemaslahatan umat manusia. Dalam konteks kepemimpinan Nabi Nuh a.s., terdapat nilai-nilai yang sangat relevan, seperti kesabaran, keberanian, komitmen terhadap kebenaran, serta kepedulian terhadap kesejahteraan umat. Perspektif Abdul Mustaqim memperkaya pemahaman ini dengan menambahkan tiga aspek penting dalam kepemimpinan yang tidak hanya mencakup kepemimpinan individu, tetapi juga kepemimpinan dalam konteks sosial, politik, dan agama. Hifz al-biah atau penjagaan terhadap lingkungan sangat terlihat dalam kisah Nabi Nuh a.s. melalui perintah Allah untuk membangun bahtera yang bukan hanya untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi juga berbagai makhluk hidup dari kerusakan lingkungan akibat bencana banjir. Selain itu, hifz ad-daulah menjadi relevan dalam konteks kepemimpinan Nabi Nuh a.s. yang juga berfungsi untuk menjaga kemaslahatan masyarakat melalui ajakan kepada masyarakat untuk kembali ke jalan yang benar, serta membangun komunitas yang adil dan aman. Sementara itu, hifz ad-Din, penjagaan terhadap agama, terlihat dalam perjuangan Nabi Nuh a.s. untuk menyampaikan wahyu Allah SWT. dan mengajak umatnya kembali kepada ajaran yang benar, meskipun dengan berbagai tantangan dan penolakan dari masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah Nabi Nuh a.s. serta pemikiran Abdul Mustaqim mengenai tambahan nilai hifz al-biah, hifz ad-daulah, dan hifz ad-Din. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Nabi Nuh a.s. dalam perspektif maqashidi sangat relevan dengan kebutuhan umat manusia dalam menghadapi tantangan lingkungan, negara, dan agama yang semakin kompleks. Kepemimpinan Nabi Nuh a.s. memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga alam, membangun negara yang kuat dan berkeadilan, serta menjaga dan memperjuangkan agama dalam kehidupan sehari-hari.