Profil penulis
RONI
85 karya publik ditemukan.
Etika politik Muhammadiyah
Problem-Based Learning for Math & Science
Illustrates how to strengthen learners' problem-solving skills by incorporating problem-based learning (PBL) with Internet resources and presents projects that correlate to national science, mathematics, and technology standards.
Pendidikan kewarganegaraan
Civic education regarding democracy, human rights, civil society, and multiculturalism in Indonesia.
Digital incremental computer: a new computing structure for the numerical solution of differential equations
Pengaruh Layanan Informasi dalam Meningkatkan Self Regulated Learning Siswa Kelas VIII E di SMP N 2 Kubung Kabupaten Solok
ABSTRAK RONI SAPTA WIJAYA. NIM, BK 13 108 129 judul SKRIPSI “PENGARUH LAYANAN INFORMASI DALAM MENINGKATKAN SELF REGULATED LEARNING SISWA KELAS VIII.E DI SMP N 2 KUBUNG KABUPATEN SOLOK”. Jurusan Bimbingan dan Konseling Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya siswa yang kurang memiliki self regulated learning di kelas VIII.E SMP Negeri 2 Kubung. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui apakah layanan informasi dapat meningkatkan self regulated learning siswa di kelas VIII.E SMP Negeri 2 Kubung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian eksperimen. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel X (layanan informasi) dalam meningkatkan variabel Y (self regulated learning). Hipotesis (H0) penelitian ini adalah layanan informasi tidak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan self regulated learning siswa dan Hipotesis (Ha) Layanan informasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan self regulated learning siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubung. Sampel penelitian yaitu 23 siswa kelas VIII.E. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu skala. Treatment diberikan dengan melaksanakan layanan informasi. Materi layanan yang diberikan yaitu, metakognisi, memotivasi diri, dan berperilaku aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan informasi berpengaruh signifikan terhadap self regulated learning siswa pada taraf signifikansi 1% yaitu sebesar 2,82, dengan membandingkan besarnya t hitung sebesar 14,74 dan t tabel sebesar 2,82 taraf signifikansi 1%. Artinya layanan informasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan self regulated learning siswa pada taraf signifikansi 1%. Kata kunci: layanan informasi, self regulated learning.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK TAMIYA PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII MTSN 6 TANAH DATAR
Memantapkan orientnasi pendidikan dan mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia kerja sebagai upaya meningkatkan kuantitas pendidikan guna menyongsong era tinggal landas
Potret pelaku dakwah perkotaan
Memahami Terorisme
salah satu pertanyaan yang menghantui banyak akademisi dan pengambil kebijakan dewasa ini adalah mengapa aspirasi politik di era kontemporer sekarang ini sering kali muncul dalam bentuk kekerasan, paham radikal dan bahkan tidak jarang berubah menjadi tindakan terorisme? Buku ini hendak menjawab pertanyaan tersebut sekaligus memberi penjelasan tentang tindakan terorisme dengan memaparkan faktor-faktor yang melatarbelakangi dan membuat profit. Diharapkan penjelasan menjadi pengetahuan awal bagi para mahasiswa dan masyarakat umum lainnya sehingga mereka memiliki pengetahuan yang berfungsi sebagai peringatan dini terhadap bahaya terorisme. Perlu kita sadari bahwa fenomena terorisme bukanlah monopoli satu agama atau bangsa saja jadi buku ini bukan tentang terorisme dan Islam. Buku ini bersifat umum meskipun dalam penjelasannya nanti ada penjelasan munculnya terorisme di kalangan kaum Muslim. Buku persembahan penerbit prenadaMedia -PrenadaMedia-
Himpunan Istilah Manajemen Mutu & ISO 9000
Nekotorye voprosy Leninskoĭ teorii nekapitalisticheskogo puti razvitii︠a︡
Cooperative Learning
44 hal tentang pasar modal dan saham:petunjuk praktis
Moderní marketing
Tahap pendidikan guru-guru tahfiz persendirian di negeri Selangor
TEACHER’S STEPS IN TEACHING READING COMPREHENSION AT SMAN 3 BATUSANGKAR”,
Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum terungkapnya langkah-langkah yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris SMA 3 Batusangkar dalam mengajar reading comprehension. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar di SMAN 3 Batusangkar dalam mengajar reading comprehension. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah lembaran obsrvasi mengajar guru Bahasa Inggris yang sedang mengajarkan reading comprehension di SMAN 3 Batusangkar. Lembaran observasi di analisis untuk menemukan langkah-langkah guru Bahasa Inggris dalam mengajar reading comprehension. Peneliti menganalisa data dengan model yang digunakan oleh Miles dan Huberman, langkah-langkahnya yaitu dengan cara reduksi data, data display, menverifikasi data dan selanjutnya disimpulkan. Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa ada tiga langkah yang dilakukan oleh guru Bahasa Inggris di dalam mengajar reading comprehension. Adapun langkah tersebut parallel dengan MC.Whorter (1992 : 23): (1) Before Reading (Pre-Reading). Sebelum membaca guru Bahasa Inggris SMAN 3 Batusangkar menyuruh siswa untuk mengamati teks dan menulis kata kunci dari teks bacaan. (2) During Reading. Ketika siswa membaca teks guru Bahasa Inggris SMAN 3 Batusangkar menyuruh siswa untuk mencari informasi, ide pendukung dan menebak isi teks bacaan tersebut (3) After Reading (Post-Reading). Setelah membaca guru Bahasa Inggris SMAN 3 Batusangkar meminta siswa untuk menemukan tujuan, menanyakan apakah ada pertanyaan dan bertanya kepada siswa apakah isi bacaan teks tersebut real or unreal.
A Genre-based Approach to Writing in Xhosa
Cinta yang terpendam
Percikan pemikiran pendidikan Muhammadiyah
Role of Muhammadiyah, as Islamic organization in education in Indonesia.