ANALISIS BERITA SEREMONIAL VS NON-PEMERINTAHAN TERKAIT RENDAHNYA LIKE PADA AKUN @KOMINFO PADANG PANJANG
Jaynar Kanedi Putri, NIM 2130308003 (2025), Judul Skripsi : “Analisis Berita Seremonial VS Non-Pemerintahan Terkait Rendahnya Like Pada Akun @Kominfo Padang Panjang”. Program Strata 1 (S1) Studi Jurnalistik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat interaksi, khususnya jumlah like, pada akun Instagram @kominfo Padang Panjang yang berfungsi sebagai media penyebaran informasi publik. Permasalahan umum dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat keterlibatan follower terhadap berita seremonial yang diunggah oleh akun @kominfo padang panjang. Permasalahan khusus yang diteliti adalah bagaimana perbedaan tingkat like antara berita seremonial (peliputan kegiatan formal pemerintahan) dan berita non-pemerintahan (konten informasi, sosial, atau hiburan) serta faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut berdasarkan perspektif teori Uses and Gratifications. Teori ini digunakan untuk menganalisis kebutuhan followers dalam mengonsumsi media dan bagaimana jenis konten yang disajikan dapat memengaruhi tingkat kepuasan followers. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis rendahnya like pada berita seremonial vs non-pemerintahan pada akun @kominfo Padang Panjang serta mengidentifikasi faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis isi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik crawling, yaitu pengumpulan data melalui penarikan data unggahan akun Instagram @kominfo Padang Panjang dalam 3 bulan yaitu Oktober, November, Desember. Data yang dikumpulkan meliputi jenis konten, jumlah like, dan deskripsi unggahan. Setelah itu, data dianalisis dengan mengkategorikan unggahan ke dalam dua jenis berita (seremonial dan non-pemerintahan) dan membandingkan tingkat keterlibatan follower berupa like. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita non-pemerintahan cenderung mendapatkan lebih banyak like dibandingkan berita seremonial. Hal ini dikarenakan konten non-pemerintahan lebih relevan dengan kebutuhan informasi, interaksi dan integrasi sosial, hiburan follower, sesuai dengan teori Uses and Gratifications yang menekankan bahwa audiens mengonsumsi media untuk memenuhi kebutuhan seperti informasi, interaksi sosial dan integrasi sosial, hiburan. Faktor lain yang berkontribusi terhadap rendahnya interaksi pada berita seremonial meliputi gaya penyajian yang kaku, visual yang kurang menarik, serta minimnya keterlibatan follower dalam konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan tingkat interaksi, akun @kominfo Padang Panjang perlu menyeimbangkan proporsi konten seremonial dan non-pemerintahan dengan memperhatikan kebutuhan dan minat follower. Penyajian yang lebih kreatif, relevan, dan interaktif dapat membantu meningkatkan keterlibatan publik.