Penerapan Kombinasi Model Discovery Learning dengan Metode Demonstrasi dan Drill pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas VIII di UPT SMPN 2 Batusangkar
Heni Setiawati, NIM 2130101046 judul skripsi “Penerapan Kombinasi Model Discovery Learning Dengan Metode Demonstrasi dan Drill Pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas VIII Di UPT SMPN 2 Batusangkar”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar murid pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti elemen Al-Qur’an dan Hadis kelas VIII di UPT SMPN 2 Batusangkar. Penggunaan model pembelajaran yang belum optimal menyebabkan murid kurang aktif dan mengalami kejenuhan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar murid (aspek kognitif dan psikomotorik) dengan penerapan kombinasi model discovery learning dengan metode demonstrasi dan drill lebih baik daripada hasil belajar murid (aspek kognitif dan psikomotorik) dengan penerapan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti elemen Al-Qur’an dan Hadis kelas VIII di UPT SMPN 2 Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan randomized control group only design. Populasi penelitian adalah murid kelas VIII UPT SMPN 2 Batusangkar tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan simple random sampling dengan total sampel 64 orang (32 orang kelas eksperimen dan 32 orang kelas kontrol). Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan tes lisan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar (aspek kognitif dan psikomotorik) kelas eksperimen sebesar 78,9 (ketuntasan 62,50%) lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar (aspek kognitif dan psikomotorik) kelas kontrol sebesar 72,68 (ketuntasan 28,10%). Uji hipotesis menunjukkan thitung (3,60) > ttabel (1,99) dengan signifikansi 0,001 0,05 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, hasil belajar murid (aspek kognitif dan psikomotorik) dengan penerapan kombinasi model discovery learning dengan metode demonstrasi dan drill lebih baik daripada hasil belajar murid (aspek kognitif dan psikomotorik) denganpenerapan metode pembelajaran konvensional.