Ilmu perbandingan agama di Indonesia dan Belanda
Etude comparée des religions en Indonésie et aux Pays-Bas.
Profil penulis
1.325 karya publik ditemukan.
Etude comparée des religions en Indonésie et aux Pays-Bas.
Political leadership of mayor in Yogyakarta.
On the ability of 6th graders of the primary schools in Yogyakarta to listen, speak, read, and write Indonesian.
Literary criticism on 15 modern Indonesian authors
Criticism on novels and plays written by Putu Wijaya, an Indonesian writer.
Criticism on Indonesian poems.
Selama pelaksanaan pemilu berlangsung ada sejumlah permasalahan, diantaranya adalah masalah sumber daya manusia (SDM). Perhatian terhadap manajemen sumber daya manusia (MSDM) penting dilakukan, sebagai antisipasi peningkatan pelayanan dan kesuksesan dalam penyelenggaraan pemilu legislatif 2014 di lingkungan kerja KPU Kabupaten Rembang. Bertolak dari alasan inilah perlu melakukan beberapa pendekatan dalam rangka peningkatan kinerja KPU Kabupaten Rembang. Pertama, menakar profesionalisme dalam penanganan masalah-masalah kepemiluan sepanjang tahun 2014. Kedua, melakukan upaya-upaya penerapan strategi penyelesaian masalah kepemiluan, melalui tiga aspek. yaitu aspek kepemimpinan, aspek integritas, dan aspek independensi.
Politik yang diusung oleh Islam Ahlu as-Sunnah wa al-Jamaah (Aswaja) berprinsip (1) at-tawassuth (moderat, tengah-tengah) atau tak ekstrem (liberalis-kiri/fundamentalis-kanan), tak anti konsep bernegara memilih asas teokrasi (ketuhanan), aristokrasi (kerajaan), demokrasi (kerakyatan), atau lainnya. Kata kuncinya memenuhi aspek syu>ra (musyawarah), al-’adl (keadilan), al-musawah (kesetaraan derajat), dan al-hurriyyah (kebebasan) dengan menjaga 5 prinsip asasi manusia (al-us}u>l al-khamsah): menjaga jiwa (h}ifdzu an-nafs), agama (h}ifdzu ad-din), harta benda (h}ifdzu al-mal), identitas asal-usul/keturunan (h}ifdzu an-nasl), dan harga diri/kehormatan (h}ifdzu al-‘irdh), (2) at-tawazzun; seimbang dalam penerapan kaidah, teks, rasio, dan realitas, (3) al-i’tidal (tegak lurus) atau tak mudah terprovokasi, dan (4) at-tasamuh (menjunjung tinggi sikap toleran). Realisasi prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan inti ajaran Islam dalam kehidupan, termasuk berpolitik. Bila terealisasi, tidak perlu memaksakan diri dalam bentuk simbolisasi ’berwarna’ kearab-araban atau kebarat-baratan. Negeri ini kaya dengan simbol, sehingga ragam simbol untuk diayomi negara yang merupakan esensi negara Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan itu anugerah Ilahi, kehendak Ilahi, sehingga saling menghormati di tengah perbedaan. Mengeratkan perbedaan untuk saling mengenal dan memahami sehingga saling menolong berbekal perilaku bijaksana.
Hukum dagang ialah hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang turut melakukan perdagangan untuk memperoleh keuntungan atau hukum yang mengatur hubungan hukum antara manusia dan badan-badan hukum satu sama lainnya dalam lapangan perdagangan. Pembagian Hukum Privat (sipil) ke dalam Hukum Perdata dan Hukum Dagang sebenarnya bukanlah pembagian yang asasi, tetapi pembagian sejarah dari Hukum Dagang. Bahwa pembagian tersebut bukan bersifat asasi, dapat kita lihat dalam ketentuan yang tercantum dalam Pasal 1 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) yang menyatakan: "Bahwa peraturan-peraturan KUHS dapat juga dijalankan dalam penyelesaian soal-soal yang disinggung dalam KUHD terkecuali dalam penyelesaian soal-soal yang semata-mata diadakan oleh KUHD itu." #hukum #dagang #niaga #wirausaha #KUHD #suatu #pengantar #SUWARDI #STIH #Muhammadiyah #Kotabumi #Lampung #deepublish #buku #ajar
Berbicara mengenai ideologi, makna ideologi secara definitif mengalami perkembangan dari masa ke masa. Pada awalnya, ideologi diartikan sebagai ilmu tentang ide (Destutt de Tracy) kemudian berkembang ke arah pengertian yang bercorak pejoratif dan negatif (Marx dan Marxis), di mana ideologi dipahami sebagai bentuk ilusi, kekuasaan, kesadaran palsu, dan hegemoni. Berikutnya, seorang non-Marxis, Karl Mannheim menyumbangkan pemikirannya dengan mengemukakan pengertian baru, yakni ideologi sebagai pandangan hidup, weltanschauung atau world view.
Learning about language General Editors: Geoffrey Leech and Mick Short (Lancaster University) This volume introduces the field of child language development studies, and presents hypotheses in an accessible, largely non-technical language, aiming to demonstrate the relationship between these hypotheses and interpretations of data. It makes the assumption that having a theory of language development is as important as having reliable data about what children say and understand, and it advocates a combination of both rationalist and more 'empiricist' traditions. In fact, the author overtly argues that different traditions provide different pieces of the picture, and that taking any single approach is unlikely to lead to productive understanding. Susan Foster-Cohen explores a range of issues, including the nature of prelinguistic communication and its possible relationship to linguistic development; early stages of language development and how they can be viewed in the light of later developments; the nature and role of children's experience with the language(s) around them; variations in language development due to both pathological and non-pathological differences between children, and (in the latter case) between the languages they learn; later oral language development; and literacy. The approach is distinctly psycholinguistic and linguistic rather than sociolinguistic, although there is significant treatment of issues which intersect with more sociolinguistic concerns (e.g. literacy, language play, and bilingualism). There are exercises and discussion questions throughout, designed to reinforce the ideas being presented, as well as to offer the student the opportunity to think beyond the text to ideas at the cutting edge of research. The accessible presentation of key issues will appeal to the intended undergraduate readership, and will be of interest to those taking courses in language development, linguistics, developmental psychology, educational linguistics, and speech pathology. The book will also serve as a useful introduction to students wishing to pursue post-graduate courses which deal with child language development. Susan H. Foster-Cohen is Head of the Department of English at the University of London, The British Institute in Paris, France.