2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembelajaran matematika merupakan salah satu bagian penting dalam bidang ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang efektif, mengembangkan kreatifitas siswa agar siswa memiliki keterampilan atau kemampuan dalam matematika. Salah satunya adalah kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. Kurangnya kemampuan Pemecahan Masalah Matematis yang dimiliki siswa di sebabkan oleh siswa kesulitan dalam belajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan, siswa di SMPN 3 Batusangkar merupakan siswa yang kurang dalam kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa tersebut, yaitu: 1) menganalisis kesulitan siswa dalam memahami simbol-simbol pada materi himpunan, 2) menganalisis kesulitan siswa dalam melihat hubungan berbagai objek (Persepsi Visual) pada materi himpunan, 3) menganalisis kesulitan siswa dalam mengkombinasikan antara visual dan motoriknya pada materi himpunan dan 4) menganalisis kesulitan dalam bahasa dan membaca pada materi himpunan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Bentuk penelitiannya tergolong pada penelitian deskriptif dengan metode penelitian adalah gabungan dari metode kuantitatif dan kualitatif serta melakukan tes diagnostik untuk menganalisis kesulitan belajar siswa. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII.1 SMPN 3 Batusangkar berjumlah 26 orang. Pertama siswa diberikan soal tes kemampuan pemecahan masalah, tujuan tes ini untuk mengelompokkan siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan siswa yang tidak mengalami kesulitan belajar, kemudian siswa yang mengalami kesulitan belajar sebanyak 20 orang diberi tes diagnostik, tes ini dirancang untuk mengukur kesulitan siswa dalam karakteristik kesulitan belajar matematika. Selajutnya wawancara dilakukan pada siswa yang tergolong mengalami kesulitan belajar. Data yang terkumpul dianalisis dengan prosedur tabulasi data, analisis hasil tes, mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Setelah itu, dilakukan validasi dengan menggunakan triangulasi data.
Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh temuan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada empat indikator pemecahan masalah matematis. Kesulitan tersebut terlihat dari karakteristik kesulitan belajar yaitu: 1) Kesulitan memahami simbol-simbol dengan persentase 70%. 2) Kesulitan dalam melihat objek visual (Persepsi Visual) dengan persentase 50%. 3) Kesulitan dalam mengkombinasikan visual dan motorik dengan persentase 90%. 4) Kesulitan dalam bahasa dan membaca dengan persentase 85%.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini didasari observasi peneliti di Kelas VIII.3 SMPN 5 Batipuh bahwa siswa tidak mampu mengkoneksikan konsep yang telah dipelajari dengan konsep baru yang sedang siswa pelajari. NCTM juga mengutarakan bahwa ketika siswa mampu menjelaskan koneksi antar konsep matematika maka pemahaman siswa akan lebih mendalam dan bertahan lama dan tanpa koneksi matematis siswa akan belajar terlalu banyak konsep dan prosedur matematika yang terpisah.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam kemampuan koneksi matematis siswa Kelas VIII.3 SMPN 5 Batipuh pada aspek koneksi antar konsep matematika, koneksi matematis dengan bidang ekonomi dan koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VIII.3 yang berjumlah 22 orang. Data yang dikumpulkan berupa data tes kemampuan koneksi matematis yang terdiri dari 3 butir berbentuk soal essay serta hasil wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar, studi hasil kerja siswa dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan prosedur mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan.
Berdasarkan hasil tes maupun hasil wawancara, secara umum analisis data menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa dalam aspek koneksi antar konsep matematika tergolong kepada kategori cukup memuaskan yang dibuktikan oleh indikator koneksi yang mampu dikuasai yaitu mampu mengkoneksi pengetahuan konseptual dan prosedural dan mampu melihat matematika sebagai suatu kesatuan yang terintegrasi. Kemampuan siswa untuk aspek koneksi matematis dengan bidang ekonomi tergolong kepada kategori memuaskan yang dibuktikan oleh indikator koneksi yang mampu dikuasai yaitu mencari dan memahami hubungan berbagai konsep dan prosedur menggunakan matematika dalam bidang lain, menggunakan konsep matematika dalam bidang lain serta menggunakan keterkaitan antar topik matematika dengan luar matematika. Aspek koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari kemampuan siswa tergolong cukup memuaskan.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bervariasinya strategi yang digunakan mahasiswa Tadris Bahasa Inggris yang tergolong pada high achievement students dalam mempelajari grammar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi-strategi yang digunakan high achievement students dalam memahami grammar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Jurusan Tadris Bahasa Inggris tahun akademik 2015/2016 yang tergolong pada high achievement students. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Informan adalah mahasiswa yang mendapatkan nilai yang tinggi pada matakuliah grammar yang berjumlah 6 orang. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah pedoman wawancara. Peneliti melakukan wawancara tidak terstruktur terhadap informan serta merekamnya dengan bantuan alat perekam. Untuk menguji kebenaran data, peneliti menggunakan teknik time triangulation. Selanjutnya dalam menganalisis data, peneliti melakukan tahap-tahap; reduksi data, display data, verifikasi data dan mengambil kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa semester IV Jurusan Tadris Bahasa Inggris yang tergolong dalam high achievement students menggunakan 11 strategi dalam mempelajari grammar. Adapun strategi-strategi yang digunakan yaitu, Note-Taking, Question for Clarification, Practicing, Self-Monitoring, Advance Organizer, Self-Management, Cooperative, Highlighting, Resourcing, Selective Attention dan Grouping.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang memiliki kontrol diri yang lemah. Kontrol diri merupakan sifat kepribadian yang ada pada setiap diri individu. Seseorang yang mengontrol dirinya akan mampu mengarahkan, membimbing dan mengatur diri ke arah yang positif dan menjauhkan diri dari hal-hal yang menyimpang. Pentingnya kontrol diri yang kuat setiap individu adalah untuk mengatur diri individu agar tidak adanya pergaulan menyimpang yang dilakukan oleh remaja apalagi remaja yang sedang mengalami masa pubertas. Siswa yang memiliki kontrol diri yang rendah akan mudah untuk terjun kedalam hal yang negatif.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperiment dengan tipe one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.3 SMA Negeri 3 Padang Panjang yang terdaftar pada tahun pelajaran 2015/ 2016. Sampel dari penelitian ini adalah 10 orang siswa kelas X.3 yang terpilih sebagai sampel penelitian.
Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh hasil bahwa layanan konseling kelompok signifikan dalam memperkuat kontrol diri siswa yang lemah. Hal ini dibuktikan dengan skor hasil posttest yang meningkat dibandingkan dengan skor pretest. Ini dibuktikan dengan to > tt sehingga Ha yang menyatakan konseling kelompok dapat meningkatkan kontrol diri remaja pubertas secara signifikan diterima, dan ho yang menyatakan konseling kelompok tidak dapat meningkatkan kontrol diri remaja pubertas secara signifikan ditolak.
2016 · Book · Koleksi Perpustakaan
Permasalahan yang penulis kaji dalam skripsi ini adalah seberapa besar Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan Dan Aset (DPPKA) Kabupaten Tanah Datar?
Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu budaya organisasi dan disiplin kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan Dan Aset (DPPKA) Kabupaten Tanah Datar. Variabel budaya organisasi diuji dengan menggunakan 9 item pernyataan. Variabel disiplin kerja dengan 17 item pernyataan. Penelitian ini dilakukan di DPPKA Kabupaten Tanah Datar.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitaf. Teknik pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner kepada responden. Sampel penelitiannya sebanyak 41 Pegawai DPPKA Kabupaten Tanah Datar. Analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson dan metode regresi linear sederhana dengan menggunakan bantuan SPSS Versi 22. Hasil analisis menunjukkan bahwa budaya organisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai.