Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ELSA SAFIRA

2 karya publik ditemukan.

2024: 12021: 1

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Inquiry Social Complexity (ISC) Pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas VIII SMP

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ELSA SAFIRA, NIM 222032009 judul Tesis “Pengembangan Modul Pembelajaran berbasis Inquiry Social Complexity (ISC) Pada Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP”. Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesederhanaan buku siswa yang belum mengaitkan materi ajar dan contoh pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas modul pembelajaran berbasis Inquiry Social Complexity (ISC) materi Sifat Amanah dan Jujur pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas VIII SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development, prosedur pengembangan dilakukan dengan model 4-D yaitu meliputi tahapan 1) Define, 2) Design, 3) Development, 4) Disseminate. Subjek uji coba SMPN 1 Bukit Sundi. Teknik pengumpulan data lembar validasi dan angket praktikalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data validitas dan analisis data praktikalitas . Modul berbasis Inquiry Social Complexity (ISC) yang telah dikembangkan divalidasi oleh pakar PAI dan dianalisis dengan validitas dan validasi isi indeks Aiken’s V, serta praktikalitas oleh guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas nilai modul berbasis ISC adalah 4,60 kategori sangat valid dan validasi isi Aiken’s V 0,90 kategori validitas tinggi. Praktikalitas modul dari angket praktikalitas dari sudut pandang guru 4,86 kategori sangat praktis dan respon siswa 4,69 kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut modul pembelajaran berbasis ISC materi Sifat Amanah dan Jujur terkategori sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP.

STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IBNU MISKAWAIH DAN IMAM AL-GHAZALI TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Elsa Safira, NIM 1730101034 judul skripsi “Studi Komparasi Pemikiran Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali Tentang Pendidikan Akhlak”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Tahun 2021. Inti dari permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini menganalisa perbandingan pemikiran Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali Tentang Pendidikan Akhlak. Sub fokus dari masalah ini yaitu tujuan pendidikan akhlak, materi pendidikan akhlak, dan metode pendidikan akhlak. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingan konsep pemikiran Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali tentang Pendidikan akhlak khususnya tujuan pendidikan akhlak, materi pendidikan akhlak, dan metode pendidikan akhlak. Kegunaan dari penelitian ini sebagai salah satu syarat guna mencapai gelar sarjana Strata Satu (S-1) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, juga untuk menjadi sumber referensi di perpustakaan IAIN Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka atau (Library Research). Metode penelitian yang digunakan metode studi tokoh, metode ini menganalisis pemikiran Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali tentang pendidikan akhlak. Sumber data yang digunakan peneliti yaitu buku karya dari tokoh Ibnu Miskawaih Tahdzib al-akhlaq (Menuju Kesempurnaan Akhlak) dan karya Imam al-Ghazali Ihya Ulumuddin. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi. Jenis analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis taksonomi (taxonomy analysis). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis, kesimpulannya bahwa pemikiran Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali tentang pendidikan akhlak yang terdapat dalam masing-masing karya tokoh yaitu kitab Tahdizb al-akhlaq dan kitab Ihya Ulumuddin memiliki persamaan dan perbedaan. Pertama, pada tujuan pendidikan akhlak tidak memiliki persamaan, tetapi substansinya sama yaitu menurut Ibnu Miskawaih tujuan pendidikan akhlak itu mencapai kepribadian akhlak yang mulia, sedangkan menurut Imam al-Ghazali tujuan pendidikan akhlak itu untuk taqarrub kepada Allah SWT. Kedua, pada materi pendidikan akhlak terdapat beberapa persamaan antara pemikiran Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali. Etika berpakaian, makan, kesederhanaan tidur, berjalan, terhadap sesama, berbicara, terhadap orangtua dan guru, dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tentang materi pendidikan akhlak yaitu terletak pada materi sholat dan puasa, Ketiga, pada metode pendidikan akhlak tidak terdapat persamaan pada pemikiran kedua tokoh. Perbedaannya, menurut Ibnu Miskawaih metode pendidikan akhlak yang terdapat pada kitab Tahdzib al-akhlaq yaitu dengan proses alami, sedangkan menurut Imam al-Ghazali metode pendidikan akhlak dalam kitab Ihya Ulumuddin dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu dengan cara menyempurnakan kekuatan yang langsung diberikan Allah SWT, mujahadah (usaha kerasa), dan jalan tengan (menjaga hati dari penyakit hati). Keyword: Pemikiran, Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali, Pendidikan Akhlak