2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Desmi Satriana, NIM 1730401030, dengan judul skripsi ”Pelaksanaan Pembiayaan Murabahah Bil Wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi”, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Fokus penelitian ini adalah pelaksanaan pembiayaan murabahah bil wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan pembiayaan murabahah bil wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi di tinjau dari Fatwa DSN-MUI Nomor 04/DSN-MUI/IV/2000 serta keunggulan dan kelemahan pelaksanaan pembiayaan murabahah bil wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukitinggi. Jenis penelitian ini adalah field research yaitu penelitian lapangan bersifat deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik dan alat pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi awal, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data tertulis pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah memakai metode triangulasi, lalu penarikan kesimpulan untuk menyimpulkan semua imformasi yang didapat. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa, dilihat pada pelaksanaan pembiayaan murabahah bil wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI Nomor. 04/DSN-MUI/IV/2000 akan tetapi, terdapat beberapa kelemahan yaitu: Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi melakukan akad wakalah setelah akad murabahah serta pihak Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi tidak meminta kwitansi pembelian barang atau jasa kepada nasabah dan nasabah juga tidak memberikan kepada pihak Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi hal ini belum sesuai dengan Fatwa DSN-MUI Nomor. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah. Keunggulan dan kelemahan dalam pembiayaan murabahah bil wakalah keunggulan pembiayaan murabahah proses transaksinya cepat, akurat dan terpercaya nasabah mudah mendapatkan pencairan dana dalam pembiayaan murabahah. Sementara kelemahan praktek wakalah pada produk pembiayaan murabahah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi masih banyak nasabah yang tidak paham dengan produk-produk pembiayaan dan tidak peduli hal tersebut. Bahkan ada yang berprinsip yang penting mendapatkan pembiayaan, dan kurang terbukanya nasabah tentang kondisi riil usaha yang akan dibiayai Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi. Dimana seharusnya adanya keterbukaan nasabah kepada pihak Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi dan Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi juga memberikan imformasi dan menjelaskan kepada nasabah terkait apa saja produk-produk pembiayaan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desmi Satriana, NIM 212042005, Judul Tesis “Penerapan Prinsip- Prinsip Good Corporate Governance (GCG) Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi”, Program Studi Ekonomi Syariah Konsentrasi Manajemen Perbankan dan Keuangan Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Fokus penelitian ini adalah penerapan GCG (Transparancy, Accountability, Responsibility, Indenpedency and Fairness) dalam meningkatkan kinerja karyawan dan faktor pendukung dan penghambat Good Corporate Governance (GCG) pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi. Tujuan penelitian adalah bagaimana penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance yaitu (Transparancy, Accountability, Responsibility, Indenpedency and Fairness) dalam meningkatkan kinerja karyawan PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi serta faktor pendukung dan penghambat penerapan prinsip- prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah field reseach yaitu pendekatan lapangan bersifat deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik dan alat pengumpul data yang digunakan wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data tertulis pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis model Miles dan Huberman yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yang dilakukan dapat disimpulkan penerapan prinsip transparancy pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi belum terpenuhinya aspek transparansi dalam rekruitmen karyawan. Penerapan prinsip accountability pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi belum sesuai dengan pedoman pokok pelaksanaannya. Akuntabilitas yang diterapkan diantaranya adalah PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi ini masih belum menerapkan prinsip tersebut karena ada beberapa karyawan yang memiliki dua rangkap tugas yang diberikan oleh bank. Penerapan prinsip responsibility pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi belum sepenuhnya dilaksanakan masih ada karyawan yang belum disiplin saat datang kekantor. Penerapan prinsip indenpendency pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi sudah sesuai dengan pedoman pokok pelaksanaannya. PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi selalu menjaga keprofesionalitasannya dalam menjalankan kegiatan operasional. Penerapan prinsip fairness pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi sudah sesuai dengan pedoman pokok pelaksanaannya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Desmi Satriana, NIM 1730401030, dengan judul skripsi ”Pelaksanaan Pembiayaan Murabahah Bil Wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi”, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar.
Fokus penelitian ini adalah pelaksanaan pembiayaan murabahah bil wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan pembiayaan murabahah bil wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi di tinjau dari Fatwa DSN-MUI Nomor 04/DSN-MUI/IV/2000 serta keunggulan dan kelemahan pelaksanaan pembiayaan murabahah bil wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukitinggi. Jenis penelitian ini adalah field research yaitu penelitian lapangan bersifat deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik dan alat pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi awal, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data tertulis pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah memakai metode triangulasi, lalu penarikan kesimpulan untuk menyimpulkan semua imformasi yang didapat.
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa, dilihat pada pelaksanaan pembiayaan murabahah bil wakalah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI Nomor. 04/DSN-MUI/IV/2000 akan tetapi, terdapat beberapa kelemahan yaitu: Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi melakukan akad wakalah setelah akad murabahah serta pihak Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi tidak meminta kwitansi pembelian barang atau jasa kepada nasabah dan nasabah juga tidak memberikan kepada pihak Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi hal ini belum sesuai dengan Fatwa DSN-MUI Nomor. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah. Keunggulan dan kelemahan dalam pembiayaan murabahah bil wakalah keunggulan pembiayaan murabahah proses transaksinya cepat, akurat dan terpercaya nasabah mudah mendapatkan pencairan dana dalam pembiayaan murabahah. Sementara kelemahan praktek wakalah pada produk pembiayaan murabahah pada Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi masih banyak nasabah yang tidak paham dengan produk-produk pembiayaan dan tidak peduli hal tersebut. Bahkan ada yang berprinsip yang penting mendapatkan pembiayaan, dan kurang terbukanya nasabah tentang kondisi riil usaha yang akan dibiayai Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi. Dimana seharusnya adanya keterbukaan nasabah kepada pihak Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi dan Bank Syariah Mandiri KCP Bukittinggi juga memberikan imformasi dan menjelaskan kepada nasabah terkait apa saja produk-produk pembiayaan.