Abstrak
Penelitian ini difokuskan pada anak tunagrahita kelas IX SMPLB Negeri 1 Lima Kaum terdiri dari 8 orang yang dikategorikan sebagai anak tunagrahita sedang, meskipun mengalami keterbatasan tertentu, akan tetapi mereka mampu menghafal surah-surah pendek yang dipelajari dalam mata pelajaran PAI. Dibandingkan dengan anak yang berkebutuhan khusus yang lain anak tunagrahita kelas IX SMPLB memiliki hafalan surah pendek yang terbanyak. Oleh sebab itu peneliti ingin mengetahui lebih lanjut, ini dikarenakan guru menggunakan pembelajaran dengan model direct instruction pada materi hafalan surah pendek bagi anak tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kelebihan dari model direct instruction dalam pembelajaran hafalan surah pendek bagi anak tunagrahita di SMPLB Negeri 1 Lima Kaum. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk dapat menggali permasalahan yang ditemukan peneliti di lapangan. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model direct instruction dalam materi hafalan surah pendek bagi anak tunagrahita yaitu guru menyampaikan materi surah pendek dengan cara bertahap dan langkah demi selangkah dengan menggunakan bahasa dan kosah kata yang sederhana mungkin. Adapun langkah-langkah guru dalam menyampaikan materi ialah menyampaikan pengertian surah pendek, memutarkan rekaman, menampilkan video, dan mengajak peserta didik untuk menulis ayat dan menghafalkan bersama-sama. Alokasi waktu dalam pelajaran PAI hanya 80 menit sehingga guru sedikit kesulitan dalam melakukan kegiatan pembelajaran, dalam menerapkan metode, media, dan megembangkan materi ajar. Pada tahap evaluasi guru melakukan penilaian terhadap ranah kognitif dilihat dari hasil belajar, afektif guru melakukan penilaian berdasarkan sikap anak tunagrahita dan psikomotor guru menilai dari praktek hafalan surah pendek anak tunagrahita. Tindak lanjut yang dilakukan guru ialah remedial dan pengayaan.