Rekonsiliasi tanpa mengkhianati reformasi
Restructuring the nation through legal, human rights, judicial, and court reform in Indonesia.
Profil penulis
94 karya publik ditemukan.
Restructuring the nation through legal, human rights, judicial, and court reform in Indonesia.
Changes in the patterns of social life as a result of industrial growth in Sumatera Barat Province.
Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat berupa simbol-simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ilmu yang mempelajari bahasa disebut dengan istilah linguistik. Di dalam ilmu linguistik sendiri, kita mengenal beberapa cabang dari ilmu linguistik. Secara umum, kita mengenal linguistik mikro dan linguistik makro. Linguistik mikro berbicara mengenai internal bahasa itu sendiri, seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Sedangkan linguistik makro kita berbicara mengenai hal-hal di luar internal bahasa, seperti sosiolinguistik, pragmatik, psikolonguistik, dan beberapa aspek lainnya. Ilmu pragmatik merupakan salah satu cabang ilmu dalam linguistiki yang memfokuskan untuk mengkaji hubungan antara bahasa dan konteks yang digramatikalisasikan atau ditandai di dalam struktur bahasa. Salah satu hal yang dipelajari dalam ilmu pragmatik yakni mengenai tindak tutur dalam hal ini dikhususkan mengenai tindak tutur kesopanan berbahasa. Buku yang khusus membahas terkait kesopanan berbahasa boleh dikatakan belum banyak ditulis oleh penulis lainnya. Pada buku ini kita akan melihat berbagai penelitian yang mengkaji mengenai kesopanan berbahasa dari berbagai pendekatan. - See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/buku/940/Ilmu-Pragmatik-dalam-Perspektif-Kesopanan-Berbahasa#sthash.gZRLzuAh.dpuf
<p style="margin: 1em 0px; color: #111111; font-family: 'Times New Roman', Times, Georgia, serif; font-size: 11.2px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff;"><em>The problem of this research was what and how local discourse found in the script of mantiq as instructional material in traditional informal Islamic educational institution (surau). The method employed was basic method by referring to philological steps. The findings showed that: first, the way the Arabic letters were written did not show similarity to that of one of standard Arabic fonts among the Arabic speaking people. Second, there were meanings of vocabulary below the texts written in Minangkabaunese dialect using Malay-Arabic letters. The materials for mantiq, nahwu, and balaghah were found in single script (text). As the instructional materials, such three components support the competency for fluent speaking, appropriate logic and aesthetic choice of language as applied in pasambahan</em></p><p style="margin: 1em 0px; color: #111111; font-family: 'Times New Roman', Times, Georgia, serif; font-size: 11.2px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff;"><strong>Kata Kunci:<span class="Apple-converted-space"> </span></strong>wacana lokal, naskah mantiq, pendidikan surau.</p>