Hubungan Antara Intensitas Keterlibatan dalam Organisasi Kemahasiswaan dengan Tingkat Stres Akademik Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar
Yulpi Desrianti, NIM. 2230101177, Judul Skripsi “Hubungan Intensitas Keterlibatan dalam Organisasi Kemahasiswaan dengan Tingkat Stres Akademik Mahasiwa Prodi Pendidikan Agama Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena mahasiswa aktivis kampus yang menghadapi tuntunan akademik sekaligus tuntutan program kerja organisasi, sehingga rentan mengalami tekanan psikologis seperti stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan dengan stres akademik mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi PAI aktif organisasi yang berjumlah 174 mahasiswa dengan sampel sebanyak 102 mahasiwa dipilih melalui teknik Stratified Random Sampling. Instrumen pada penelitian berupa form dengan 48 butir pernyataan berbasis skala Likert, yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha 0,965). Analisis data yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif dan statistik inferensial. Lanjut, yaitu Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan perangkat lunak Lisrel. Hasil penelitian menunjukkan intensitas keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan dengan koefisien jalur sebesar 0,91. Angka ini mencerminkan pengaruh yang kuat, dimana setiap peningkatan dalam intensitas keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan akan diikuti oleh peningkatan yang nyata pada tingkat stres akademik mahasiswa. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas keterlibatan dalam organisasi kemahasiwaan dengan tingkat stres akademik mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar, yang menegaskan pentingnya manajemen waktu dan regulasi diri di lingkungan perguruan tinggi.