Hijrah Perspektif Muhammad Hasbi As-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Qur`anul Majid An-Nur
YOSI MARLINDA YANTI. NIM 1930301044, Judul Skripsi: “Hijrah Perspektif Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Dalam Tafsir Al-Qur`an Majid An-Nur”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun Akademik 2024. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah kenapa hijrah mesti dilakukan dan apa manfaat hijrah menurut Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Qur`anul Majid An-Nur serta apa makna hijrah itu dalam konteks kekinian? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan penafsiran Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Qur`anul Majid tentang penyebab dan manfaat hijrah serta makna hijrah itu dalam konteks kekinian. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kepustakaan atau library reseach dan menggunakan pendekatan metode tematik (maudhu’i). Sumber data yang peneliti gunakan terdiri dari sumber data primer yaitu kitab tafsir Al-Qur`anul Majid An-Nur dan sumber data sekunder mengutip dari beberapa karya seperti kitab tafsir, buku, jurnal. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan ialah dokumentasi, menelaah buku, jurnal, skripsi yang berkaitan tentang hijrah. Teknik alasis data ialah mengidentifikasikan ayat-yat tentang hijrah dalam Al-Qur`an, menyusun pemabahasan kerangka yang sempurna, menggambarkan atau mendiskripsikan, menyimpulkan ayat-ayat yang sudah dianalisis dengan jelas dan dapat dipahami. Penyebab hijrah di antaranya ialah disakiti di jalan Allah QS. Ali Imran/3: 195), tertindas di bumi (QS. QS. An-Nisa`/4: 75, 95, QS. QS. Al-Anfal/8: 26), menghindari dari siksaan orang musyrik (QS. Al-Anfal/8: 30), dan menolong agama (QS. Al-Hasyr/59: 8). Manfaat yang paling nyata ketika melakukan hijrah menurut Hasbi Ash Shidqieqy di antaranya: dihapusnya dosa dan dimasukkan ke dalam surga (QS. Ali Imran/ 3: 195, QS. Al-Hajj/ 22: 58-59), mendapat rezeki tempat yang luas dan pahala (QS. An-Nisa/4: 100), diberikan kemenangan dan meraih keridhan Allah Swt (QS. At-Taubah/9: 100). Makna hijrah dalam konteks kekinian, dipahami secara kontekstual seusai dengan kondisi zaman sekarang, namun tetap berorientasi kepada ketetapan Allah dan Rasulnya. Dilihat pada kehidupan sosial, hijrah selalu berupaya keras untuk meninggalkan berbagai bentuk kemaksiatan atau bisa dimaknai sebagai upaya memisahkan diri dari segala sesuatu yang menyebabkan murkanya Allah Swt.