PROBLEMATIKA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM PELAKSANAN PENILAIAN AUTENTIK PADA RANAH AFEKTIF DI SMP N 3 X KOTO SINGKARAK
WINDI WIDIA, NIM 14 101 140, judul skripsi “PROBLEMATIKA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK PADA RANAH AFEKTIF DI SMP N 3 X KOTO SINGKARAK” Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun pelajaran 2019, yang terdiri dari 76 halaman. Berdasarkan observasi penulis pada tanggal 23 Desember 2017 di SMP N X Koto Singkarak, dapat diamati bahwa guru telah berupaya dalam menyeimbangkan antara aspek kognitif, sikap dan keterampilan agar sikap siswa dirumah maupun disekolah sesuai dengan hasil kognitif dan keterampilan. Tetapi guru masih memiliki permasalahan dalam penilaian seperti belum bisa mengamati siswa secara detail karena pemilihan indikator dan aspek yang dinilai guru terlalu banyak dan jumlah siswa yang banyak sehingga menyebabkan pelaksanaan penilaian yang belum secara keseluruhan dan tidak maksimal dilakukan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa-apa saja problematika yang guru PAI dan Budi Pekerti hadapi dalam pelaksanaan penilaian autentik pada ranah afektif, dan bagaimana upaya guru untuk mengatasi problema yang dihadapi dalam pelaksanaan penilaian autentik pada ranah afektif. Dalam pembahasan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan metode studi kasus pendekatan kualitatif, yaitu suatu penelitian yang dapat melihat secara rinci bahkan dapat melihat perubahan seseorang atau individu ketika menyesuaikan dengan upaya yang dilakukan. Teknik pengumpulan data dalam penulisan skripsi ini dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan yaitu sesuai dengan langkah-langkah berdasarkan model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa problematika yang dihadapi guru dalam pelaksanaan penilaian autentik ranah afektif yaitu belum keseluruhan siswa bisa teramat secara detail, instrumen yang sedikit rumit, waktu, masih ada siswa yang menyontek untuk meringkas materi, kurangnya kejujuran dan keobjektifan siswa, kurangnya minat siswa dalam mengikuti ekstra tahfiz dan kurangnya semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran dikarenakan pembelajaran yang monoton dan pemanfaatan media yang belum maksimal. Sedangkan upaya yang guru lakukan untuk mengatasi problematika tersebut yaitu memberikan tugas tambahan kepada siswa, mengamati siswa lebih lanjut untuk mencari kepastian informasi tentang perilaku siswa, memberikan motivasi tentang berbagai materi, dan selalu menanamkan keyakinan untuk taat beragama.