Persepsi Masyarakat Terhadap Aktivitas Jam'ah Tabligh di Masjid Al-Muhajirin Kongsi IV Kel. Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu Riau
Wafi Hadana Ramadhan, NIM 1930302037 Judul Skripsi: “Persepsi Masyarakat Terhadap Aktivitas Jama’ah Tabligh di Masjid Al-Muhajirin Kongsi IV Kel. Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu Riau”. Program Sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan ini adalah bahwa sebelumnya, markas Jama'ah Tabligh berada di Cerucup, Desa Jatirejo. Namun, karena adanya penolakan dari masyarakat setempat, markas tersebut dipindahkan ke Masjid Al-Muhajirin di Tanah Merah sejak tahun 2020. Penelitian ini tertarik untuk memahami mengapa masyarakat Tanah Merah, berbeda dengan masyarakat Cerucup, lebih menerima keberadaan Jama'ah Tabligh. Untuk itu, digunakan teori persepsi objek dari Walgito dan persepsi sosial dari Deddy Mulyana untuk menganalisis persepsi masyarakat Tanah Merah terhadap Jama'ah Tabligh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi objek masyarakat dalam pandangan masyarakat dan persepsi sosial masyarakat dalam interaksi terhadap Jama’ah Tabligh di Masjid Al-Muhajirin Tanah Merah. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan, yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan, yaitu triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Menurut teori persepsi objek Walgito, masyarakat melihat Jama'ah Tabligh sebagai kelompok yang menyebarkan ajaran Islam dengan damai dan sesuai dengan nilai-nilai agama di Tanah Merah. Pandangan ini diperkuat karena Jama'ah Tabligh aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan tersebut. Selain itu, menurut teori persepsi sosial Deddy Mulyana, hubungan antara Jama'ah Tabligh dan masyarakat menciptakan hubungan yang baik. Meski awalnya ada penolakan karena pengalaman buruk di Cerucup, masyarakat Tanah Merah akhirnya menerima Jama'ah Tabligh karena pendekatan mereka yang damai dan fokus pada pembinaan spiritual.