Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Usman

112 karya publik ditemukan.

2026: 22024: 12023: 12022: 12021: 62020: 72019: 32018: 212017: 622016: 6

Etnis Cina Perantauan di Aceh

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh dengan Dataran Cina dimulai semenjak lancarnya transportasi laut. Kontak budaya antara Cina dan Aceh secara diplomasi diawali pada abad 13 dan 15 M. Pada suatu lawatan utusan diplomat Cina pergi ke Aceh menyerahkan Lonceng Cakradonya kepada Raja Aceh pada tahun 1409 M, sebagai lambang persahabatan. Sebaliknya Raja Aceh mengirimkan utusan Aceh (Duta Besar) ke Cina yaitu Zainal Abidin Dan khususya pada Musim dingin tahun ke 1413 berlayarlah utusan Cina ke Samudra termasuk ke Aceh. Hubungan diplomasi dibarengi dengan hubungan bisnis yang saling menguntungkan sehingga kedua bangsa tersebut terjalin atas dasar saling menghargai. Selanjutnya setelah terjadi kekacauan politik dan ekonomi di Daratan Cina, sehingga mengakibatkan migrasi besar-besaran orang Tiongkok ke Nanyang (Asia Tenggara), sehingga masyarakat Cina terpaksa mengadu nasibnya di Nusantara dengan bekerja apa saja asal dapat mempertahankan hidupnya di perantauan. Bekerja tanpa kenal lelah membuat etnis Cina perantauan berhasil dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Fenomena tersebut terlihat etnis Cina dipandang oleh Belanda sebagai kelas menengah bersama Timur Asing lainnya. Di bidang politik etnis Cina dapat menyatukan dirinya dengan pemerintah setempat seraya mempertahankan edentitas kecinaan mereka. Sedangkan identitas Cina sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia mempnyai identitas ganda yaitu identitas Indonesia dan Cina. Pada masa revolusi kebudayaan di Cina pada tahun 1966 terjadi perubahan besar-besaran di Cina dan berpengaruh terhadap Cina di Indonesia. Karena waktu itu etnis Cina dianggap berhaluan komunis. Sedangkan komunis adalah sangat dibenci di Indonesia. Akhirnya pudarlah kebudayaan Cina termasuk di Aceh. Etnis Cina di Aceh pada peristiwa komunis mereka sebagian hijrah ke Medan Sumatra Utara dan pulang ke daratan Cina. Dan yang lainnya menetap di Aceh. Etnis Cina di Aceh mayoritas suku Khek, dan berbahasa Khek bersama etnis mereka. Sedangkan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua. Dan sebagian dari mereka dapat berbahasa Aceh bila bermitra bisnis dengan orang Aceh. Etnis Cina yang tinggal di tempat pecinaan sangat sedikit yang dapat berbahasa Aceh. ​

Nama Islami nan Indah Untuk Anak Anda

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Islam mengajarkan bahwa nama memiliki hubungan erat dengan doa, harapan, dan nasib seseorang. Bahkan, disebutkan dalam hadis, nama merupakan panggilan yang akan dilekatkan kepadanya di akhirat kelak.

Sejarah Peradaban Aceh

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini mencoba menggali asal-usul suku bangsa Aceh yang diawali dari pencarian asal-usul kata Aceh itu sendiri, keragaman suku bangsa Aceh yang unik, hubungan sosial, ekonomi, budaya dan juga politiknya dengan bangsa India, Timur Tengah, Cina maupun Arab, sehingga terjadilah suku bangsa Aceh seperti yang sekarang ini, yang berbeda dengan suku bangsa lainnya dalam susunan suku bangsa Indonesia pada umumnya. Penulis mengulas fenomena perubahan social dan budaya di dalam masyarakat Aceh yang antara lain disebabkan perkawinan antar suku bangsa di luar suku bangsa Aceh yang beragam, juga adanya pengaruh politik pemerintah pusat apalagi dengan terbentuknya DOM (Daerah Operasi Militer) untuk mencegah lebih banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh dewasa ini. Konflik politik sengaja tidak begitu ditonjolkan karena analisis lebih difokuskan pada fenomena sejarah, abtropologi dan social suku bangsa Aceh.

Sausapor Saksi Sejarah Perang Dunia II di Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini berisi mengenai sejarah perang dunia ke-2 yang terjadi, dalam hal ini di Sausapar, yang sekarang termasuk dalam wilayah Kabupaten Tambrauw. Daerah itu merupakan salah satu tempat yang dijadikan basis pertahanan Sekutu untuk melawan Jepang, yang pada waktu itu juga berada dalam wilayah Sarong. Dimana Sausapar dahulunya termasuk dalam wilayah Sarong (disebut sebagai tanah besar, karena wilayah kekuasaan Sarong yang cukup luas), sehingga Jepang melakukan penjajahan terhadap masyarakat setempat hingga ke Sausapar. Sausapar juga dipandang sebagai daerah strategis oleh Sekutu untuk membangun pangkalan udara di daerah tersebut agar dengan mudah melihat gerak-gerik melawan Jepang.

Sejarah peradaban Aceh

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

History of Aceh people and sociocultural conditions of Aceh Province.

Mutiara Akhlak Rasulullah S.A.W.

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rasulullah Saw. adalah sumber teladan yang layak kita ikuti. Melalui Sunnahnya, beliau mengajari kita bagaimana meneguhkan iman dan takwa, bersabar dalam setiap musibah, bersyukur ketika mendapatkan anugerah, bersikap ridha dan tawakal dalam setiap urusan, bertindak jujur dalam segenap keadaan, serta berjiwa ikhlas dalam beramal. Inilah kisah-kisah teladan Rasulullah yang ditampilkan secara komprehensif: menyebutkan konteks sosial historisnya, menggambarkan tokoh-tokoh yang terlibat, dan menyarikan inti pesan di dalamnya. Betapa indah jika kisah-kisah teladan ini kita simak, renungkan, dan praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. [Mizan, Mizania, Referensi, Agama]

Panduan Doa dan Dzikir Haji dan Umrah yang Dicontohkan Rasulullah dan Para Ulama

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini memuat beragam hal yang berkaitan dengan: Hukum dan ketentuan haji & umrah; Tempat-tempat mustajab untuk berdoa dan berdzikir; Tempat-tempat ziarah di mekah, madinah, dan jedah; Doa dan dzikir menjelang keberangkatan haji & umrah; Doa dan dzikir saat menjalankan haji & umrah; Doa dan dzikir ketika berziarah ke madinah; Doa-doa yang dibaca saat di tempat-tempat mustajab; Doa dan dzikir menjelang kepulangan ke tanah air; Ragam tips bagi jamaah haji dan umrah

Pesan Indah dari Makkah & Madinah

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

?Hafshah! Makanan apa yang biasa disantap Rasulullah Saw.?? tanya ?Umar bin Khaththab begitu mendengar usulan para sahabatnya untuk menaikkan gajinya sebagai khalifah. Hafshah menjawab, ?Roti tawar kering dan keras, Ayah. Untuk memakannya harus dicelupkan dulu ke dalam air minum.? ?Hafshah! Pakaian paling bagus apa yang beliau kenakan?? tanya ?Umar lagi. ?Selembar jubah berwarna kemerahan karena sudah luntur. Itu yang beliau andalkan untuk menerima tamu-tamu kehormatan,? jawab sang putri. ?Apakah beliau pernah tidur di atas tilam yang empuk?? tanya ?Umar lebih lanjut. ?Tidak, Ayah,? jawab sang putri yang tak kuasa menahan air matanya. ?Rasul Saw. hanya beralaskan selembar selimut tua. Di musim panas, selimut itu dilipatnya menjadi empat lapis agar agak tebal sebagai alas. Dan di musim dingin, selimut itu dilipat dua agar cukup lebar untuk menutupi seluruh badannya.? *** Pada zaman krisis moral dewasa ini, orang tentu saja perlu mengetahui norma dan hukum. Tetapi, mengetahui aturan saja tidaklah cukup. Yang lebih penting daripada itu, orang membutuhkan teladan-teladan yang bisa mereka tiru. Di antara teladan-teladan itu, empat khalifah bijak (khulafƒ? rƒsyid–n) ditampilkan kembali di buku ini agar menjadi cermin bagi kaum Muslim. Dengan bahasa yang indah dan menawan, buku ini menghadirkan teladan-teladan cemerlang tentang cinta, persahabatan, kemuliaan, kepemimpinan, kebijaksanaan, dan jalan menuju surga. Betapa indah jika kisah-kisah teladan ini kita simak, renungkan, dan praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. [Mizan, Mizania, Novel, Indonesia]