Profil penulis
Sumarsono
13 karya publik ditemukan.
Watch dog: advokasi kebijakan publik & meretas ruang partisipasi
Pengungkapan latar belakang isi naskah kuno Wawacan Bermana Sakti
The story of Bermana Sakti.
Manajemen keuangan pemerintahan
Management of Indonesian state finance.
Pendidikan di Indonesia dari jaman ke jaman
MANAJEMEN PERKANTORAN PROFESIONAL
Realitanya masih ada yang memandang sebelah mata terhadap profesi tenaga administrasi sekolah (TAS) karena tugasnya dianggap remeh dan gampang sehingga semua orang bisa melakukannya. Misalnya lulusan otomotif bisa menjadi TAS sebab urusan administrasi surat-menyurat dianggap mudah, tinggal copy-paste tanpa adanya aturan baku. Padahal tidak semua orang bisa telaten mengerjakan tugas detail-rumit administrasi dan etika service work sekolah dengan benar sesuai standar. Staf TAS sendiri kadangkala bekerja sesuai pengetahuannya tanpa mengikuti pedoman standar. Misalnya mengetik surat tanpa mengikuti kaidah yang ada atau peraturan yang berlaku. Akibatnya sering kita jumpai format surat dinas yang bisa berbeda-beda antar sekolah walaupun masih dalam satu kabupaten/kota. Alasannya ada yang berpedoman pada aturan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Peraturan Bupati/Walikota, pada Peraturan Gubernur, dsb. Tidak adanya kesepakatan baku inilah yang bisa menjadi “bumerang” bagi wibawa profesi TAS.
Kakaren revolusi
Arti perlambang dan fungsi tata rias pengantin dalam menanamkan nilai-nilai budaya daerah Jawa Barat
Jatiwaseso
Javanese story.
Ekonomi manajemen sumberdaya manusia dan ketenagakerjaan
Kamus populer bergambar Sunda-Indonesia
Sundanese-Indonesian dictionary.
Didi Kartasasmita
Biography of Didi Kartasasmita, b. 1911, Indonesian military man.
School-Based Management as School Reform
Economic crisis in 1997 constitutes the remark of the school reform in Indonesia. The idea of school-based management (SBM), indicated as school reform, has been implemented in Western countries since 1970s and has been under unceasing debate among international scholars. Some agree; while some others do not. The Government of Indonesia (GOI), however, still implemented SBM in 2000s and Indonesians seem to agree with it, which is indicated by the limited or even an absence of debate over this concept in Indonesia. This research aims at investigating two main things, they are: the reasons underlying the implementation of SBM throughout Indonesia and the implementation processes of SBM in Indonesia. In fact, SBM in Indonesia leads to ambivalence since it morally contradicts to Indonesian values. However, Indonesians keep on tending not to contend against the idea of SBM. Furthermore, SBM policy in Indonesia is ideologically driven by Neoliberalism - an ideology which is completely different from Pancasila as Indonesian ideology. What a fantastic finding!