Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Sardi

39 karya publik ditemukan.

2018: 12017: 352016: 2

SISTEM INFORMASI DATA CENTRE AKREDITASI JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA IAIN BATUSANGKAR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sardian Alfa Pratama. NIM 1650401102. Judul Tugas Akhir: “Sistem Informasi Data Centre Akreditasi Jurusan Manajemen Informatika IAIN Batusangkar”. Program Diploma III Manajemen Informatika Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Batusangkar Setelah di lakukan penelitian pada Jurusan Manajemen InformatikaIAIN Batusangkar maka ditemukan permasalahan dalam Perancangan Sistem Data Centre Akreditasi Jurusan Manajemen Informatika yaitu penyimpanan data sembilan standar yaitu (visi, misi, tujuan, dan strategi), (tata pamong), (mahasiswa), (SDM), (keuangan, sarana dan prasarana), (pendidikan), (penelitian), (pengabdian kepada masyarakat), (luaran dan capaian tridharma) masih menggunakan penyimpanan data dalam bentuk fisik yang disimpan dalam lemari. Kelemahan lainnya kurang telitinya pengelola juga menyebabkan peletakan data borang tidak sesuai dengan tempatnya, penyimpanannya dalam bentuk fisik yang menyebabkan tumpukan data pada data borang Jurusan Manajemen Informatika fakultas ekonomi dan bisnis islam IAIN Batusangkar. Setelah melakukan pengujian sistem yang telah dirancang, dan beberapa analisa dari sistem tersebut, penulis menarik kesimpulan yaitu sistem informasi data centre akreditasi jurusan manajemen informatika IAIN Batusangkar ini mempermudah pegawai dalam pencarian dan penyimpanan datastandar sembilan dan terciptanya Aplikasi sistem informasi data centre akreditasi jurusan manajemen informatika IAIN Batusangkar untuk mengulangi resiko hilang dan lamanya mencari data. Kata Kunci : Sistem Informasi, Data Centre Akreditasi berbasis Web

60 Tahun Jimly Asshiddiqie: Menurut Para Sahabat

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Seorang Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie. Perjalanan dan pengalaman ahli Tata Negara Indonesia selama lebih dari 30 tahun di berbagai tugas kenegaraan dan jabatan publik, pendidikan dan organisasi kemasyarakatan begitu panjang, sehingga tidak heran kalau begitu banyak pula tokoh Indonesia yang mengirim tulisannya untuk dimuat di buku ini. Tetapi bukan pula sedikit banyaknya tulisan atau kepopuleran menjadi landasan orang itu disebut tokoh atau pemimpin. Demikianlah, seorang tokoh baru dapat disebut pemimpin ketika orang mengakuinya sebagai orang yang telah teruji. Mereka adalah sejumlah kecil orang istimewa yang berhasil tampil ke depan, sebagai perintis, pelopor, ahli piker dan organisatoris. Walau pun jumlahnya kecil tetapi menentukan arah keadaban dan kemajuan rakyat, bangsa, dan Negara. Sebagian besar pandangan, dan komentar para tokoh nasional yang tersaji dalam buku ini, umumnya melihat sosok Prof. Jimly sebagai tokoh pemikir yang memiliki akar kepemimpinan yang bersumber pada kekuatan budaya intelektualisme. Akar intelektualisme Jimly dimanifestasikan dalam realitas pengabdian pada struktur kenegaraan yang dikembangkan menjadi lebih dinamis dan progresif. Terdapat begitu banyak gerakan intelektualisme Prof. Jimly untuk membongkar struktur pemikiran dari proseduralistik menjadi lebih substantif dengan tujuan dapat bekerjanya sistem norma hukum, norma etika, dan norma agama secara serasi, selaras, dan saling menopang. Sedikit tokoh istimewa yang sekarang ini ada di Indonesia, salah satunya adalah Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. Pria yang mudah membangun komunikasi, jangkauan pandangan yang luas, pendidikan yang sangat memadai, dan ditambah sifat pantang runtuhnya menghadapi tantangan hidup ini, telah malang melintang berada di struktur kekuasaan. Selama menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, banyak melakukan gebrakan positif, di antaranya mempelopori peradilan etika yang diselenggarakan secara terbuka. Sosok dan kiprah Prof. Jimly dalam mengawal konstitusi dan aktivitasnya dalam penyelenggaraan pemilu berintegritas menjadi daya tarik tersendiri dari para koleganya untuk berkomentar.

Larangan Perkawinan Karena Setapian di Pariangan Kabupaten Tanah Datar Menurut Perspektif Hukum Islam

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana latar belakang larangan perkawinan karena setapian di Pariangan, apa alasan larangan perkawinan karena setapian di Pariangan, dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap larangan perkawinan karena setapian di Pariangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan latar belakang larangan perkawinan karena setapian di Pariangan, alasan larangan perkawinan karena setapian di Pariangan dan pandangan hukum Islam larangan perkawinan karena setapian di Pariangan. Kegunaan hasil penelitian ini secara teori, diharapkan dapat berguna untuk dijadikan sebagai bahan acuan penelitian berikutnya, dan secara praktis diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam perumusan ketentuan terhadap larangan perkawinan karena setapian di Pariangan dan dapat menjadi sumber bacaan bagi para pengunjung perpustakaan IAIN Batusangkar. Jenis penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research), yang dalam hal tersebut dilakukan di Kenagarian Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Penulis mengelola data secara kualitatif. Adapun sumber dataadalah Sumber data primer atau sumber data utama yang diperoleh dariNiniak Mamak, Ketua KAN, Alim Ulama, selanjutnya sumber data sekunder atau sumber data tambahan yaitu segala sesuatu yang dapat dijadikan dalam mengungkapkan masalah penelitian ini seperti, buku-buku Islam yang berkaitan tentang pernikahan dan buku-buku adat yang berkaitan tentang pernikahan atau perkawinan. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif analisis. Hasil penelitian penulis adalah latar belakang larangan perkawinan karena setapian di Pariangan ini didasarkan kepada aturan adat tentang larangan perkawinan karena setapian di Pariangan ini ada semenjak dari tahun 1950, pembuatan aturan adat yang ada di Nagari Pariangan dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Ketentuan ini sudah menjadi tradisi secara turun temurun semenjak ada mufakat hasil musyawarah pada tahun 1950 , dan sampai saat sekarang masih dipertahankan, jika aturan adat ini dilanggar maka akan mendapatkan atau dikenakan sanksi adat yang berlaku di Nagari Pariangan. Tujuan dari sanksi adat tersebut adalah untuk menghormati adat dan datuak, niniak mamak, alim ulama serta masyarakat setempat. Alasan adanya larangan perkawinan karena setapian di Pariangan adalah untuk memelihara raso jo pareso, malu jo sagan serta kemudharatan yang didapat oleh pihak yang melanggar aturan adat, yang mana kemudharatan itu timbulnya dari masyarakat setempat, baik itu habisnya raso antara mintuo jo minantu, sumando jo mamak rumah serta ipa jo bisan Sejalan dengan itu, antara Piliang Gadang jo Piliang Ketek juga bisa menjaga raso sahino samalu artinya saling menjaga rasa hinaan dan rasa malu sesama saudara. Itulah yang menjadi dasar bagi para Datuak, Niniak Mamak serta Alim Ulama untuk membuat aturan adat tersebut. Dalam Hukum Islam, larangan perkawinan karena setapian tidak dijelaskan secara detail, namun Hukum Islam melarang perkawinan dengan kerabat sendiri, karena ada hubungan persusuan dan karena hubungan perkawinan. Kaidah fiqh juga menyebutkan bahwa adat itu dapat menjadi dasar hukum. Dilihat dari segi normatif aturan adat tentang perkawinan setapian di Pariangan tidak bertentangan dengan hukum Islam, karena dalam hukum Islam tidak ada dalil. Namun dilihat dari dampak sosiologisnya, larangan perkawinan setapian di Pariangan merupakan sebuah upaya untuk menolak kemudharatan. Dalam hukum Islam, menolak kerusakan atau kemudaratan itu lebih utama dari pada mengambil sebuah kemaslahatan.

Lengua y Literatura Polimodal

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

En el Libro 1, se explica que es un texto y cuales son las normas que debe respetar: la cohesion y la coherencia. Se aborda la clasificacion de los textos a partir de la determinacion de las superestructuras narrativa, argumentativa y explicativa.

Off the Wall at Sardi's

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

No other restaurant says "Broadway" quite like Sardi's. In Off the Wall at Sardi's, featuring over 275 of the best of the world-famous Sardi's caricatures, Vincent Sardi, Jr. tells the star-studded tale of how the restaurant became the place for Broadway and Hollywood legends to dine and dally. Off the Wall at Sardi's is aglow with the colorful (in full-color, no less!) traditions, triumphs, cat-fights and grand cannelloni of one of the world's most famous and beloved theatrical haunts: Sardi's. Hardcover. Dust jacket.

Ula

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan