Gambaran Kecemasan Orang Tua terhadap masa depan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Lintau
Safana Urfa, NIM 2030306056 judul skripsi; “Gambaran Kecemasan Orang Tua Terhadap Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di Lintau”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 2024. Salah satu tantangan yang dihadapi orang tua adalah dalam mempersiapkan masa depan anak, khususnya bagi para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Hal yang dicemaskan oleh orang tua ini orang tua khawatir dan sedih misalkan suatu saat nanti tidak ada dirinya dengan siapa anak tinggal dan siapa yang akan mengurus anak, karena untuk melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari masih dibantu oleh orang tua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kecemasan orang tua terhadap masa depan anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Subjek penelitian yaitu orang tua dan kerabat atau tetangga dari orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khsusus. Sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan datanya adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan orang tua terhadap masa depan anak berkebutuhan khusus dalam penelitian ini ditinjau dari beberapa aspek yang dimunculkan melalui reaksi emosional, reaksi kognitif dan reaksi fisiologis. Pada reaksi emosional berkaitan dengan orang tua merasa sedih saat sedang berkumpul dan bersosialisasi dengan masyarakat ada yang menanyakan tentang masa depan anaknya. Reaksi kognitif adalah orang tua khawatir dan sedih misalkan suatu saat nanti umurnya pendek dengan siapa anak ini tinggal, siapa yang akan mengururs anak jika tidak dengan ibunya sendiri anak seperti ini tidak akan mau, karena anak berkebutuhan khusus mempunyai pemikiran sendiri berbeda dengan orang normal. Reaksi fisiologis adalah dilihat dari raut wajah orang tua saat menjawab wawancara, mata berkaca-kaca dengan nada suara mulai serak padahal tidak sedang sakit menandakan adanya kesedihan. Kecemasan orang tua terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus yang dalam hal ini adalah orang tua pernah memasukkan anaknya ke sekolah. Di sekolah anak seperti ini mampu belajar akan tetapi tidak semua anak bisa memahami apa yang dipelajarinya, masing-masing anak mengalami kesulitan, tidak mempunyai teman dan takut dengan teman di sekolah yang iseng menganggunya. Akhirnya anak berkebutuhan khusus ini berhenti sekolah. Kecemasan orang tua terhadap pekerjaan anak yang berkebutuhan khusus yaitu mereka para orang tua ada yang belum memikirkan pekerjaan anak mereka yang berkebutuhan khusus namun hanya melihat kenyataan saat ini dengan segala kekurangan anak-anak mereka yang belum mampu untuk menempuh dunia kerja.