2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
The Charity Commission is not regulating charities effectively and there is a gap between what the public expects of the Commission and what it actually does. The NAO has concluded that the Commission does not do enough to identify and tackle abuse of charitable status. Between 2007-08 and 2013-14, the Commission's annual budget fell 40 per cent in real terms to £22.7 million but the number of main registered charities has remained fairly constant at around 160,000. In response to budget cuts, the Commission has reviewed how it works and successfully reduced demand for its services, but it has not identified what budget it would need to regulate effectively. The Commission makes little use of its enforcement powers, for example suspending only two trustees and removing none in 2012-13. And it can be slow to act when investigating regulatory concerns. The NAO found cases where periods of several months passed during which the Commission took no action. Furthermore, the Charity Commission does not take tough enough action in some of the most serious regulatory cases. It is also reactive rather than proactive, making insufficient use of the information it holds to identify risk. The Charity Commission needs to think radically about alternative ways of meeting its objectives with constrained resources. It also needs to make greater use of its statutory powers in line with its objective of maintaining confidence in the sector; and develop an approach to identify and deal with those few trustees who deliberately abuse charitable status. This report publishes alongside another NAO report, the Cup Trust.
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
Disputes on adat land rights, rural land use, and Indonesian land law; research.
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RITA SUGIARTI. NIM, BK. 13 108 125 judul skripsi “Hubungan Kepercayaan Diri dengan Perilaku Menyontek pada Siswa Kelas XI SMAN 2 Sawahlunto”. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah Hubungan Kepercayaan Diri dengan Perilaku Menyontek pada Siswa Kelas XI SMAN 2 Sawahlunto. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan perilaku menyontek pada siswa kelas XI SMAN 2 Sawahlunto.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah korelasi. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan melalui skala Likert yang disebarkan kepada siswa yang telah dipilih sebagai sampel penelitian. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis data korelasional Product Moment. Berdasarkan angket yang penulis berikan kepada siswa yang menjadi sampel penelitian ini didapat bahwa kepercayaan diri pada siswa kelas XI SMAN 2 Sawahlunto pada umumnya berada pada kategori tinggi sedangkan perilaku menyontek berada pada kategori rendah.
Hasil penelitian terkait dengan hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek terungkap bahwa antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek siswa SMAN 2 Sawahlunto terdapat hubungan negatif yang signifikan. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kepercayaan diri siswa maka semakin rendah perilaku menyontek, sebaliknya semakin rendah kepercayaan diri siswa maka semakin tinggi perilaku menyontek.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DINA PRITAMI, NIM 13 106 014, Judul Skripsi: “Penerapan Kombinasi Strategi Jigsaw-Gallery Walk pada Pembelajaran Biologi Materi Virus Kelas X SMAN 1 Lareh Sago Halaban”. Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Tinggi Agama Islam Negeri Batusangkar 2017.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik dengan penerapan strategi Jigsaw Gallery Walk lebih baik daripada hasil belajar peserta didik dengan menggunakan pembelajaran konvensional dalam materi Virus di SMAN 1 Lareh Sago Halaban.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan Posttest Only Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Lareh Sago Halaban tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling, sampel yang terpilih adalah kelas X IPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA2 sebagai kelas kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen adalah 79,28 dengan persentase ketuntasan 78,78% dan rata-rata hasil belajar Biologi peserta didik kelas kontrol adalah 74,87 dengan persentase ketuntasan 61,29%. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t. Dari perhitungan diperoleh t hitung = 5,176 dan t tabel = 1,645. Karena t hitung > t tabel hipotesis diterima yakni hasil belajar Biologi kelas X SMA Negeri 1 Lareh Sago Halaban dengan menerapkan strategi Jigsaw Gallery Walk lebih baik dari hasil belajar Biologi peserta didik yang menggunakan pembelajaran konvensional.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Beyond the Minimalpresents four of the most interesting practices in Austria today: Artec, Adolf Krischanitz, PauHof and Riegler-Riewe. Certain qualities of formal reduction are evident in the work of all four architects, but none of them equates minimalism with negation or absence, in the sense that the term has been used in writings on architecture. They have been brought together because of the affinities in their approachnbsp;-- their common interest in materials, structure and the contribution of the building to the larger environment. Each practice is represented by a survey of around a dozen projects, including houses, schools, offices and exhibition pavilions. The survey is complemented by texts that link the work to broader developments in European (particularly Swiss) architecture.