Analisis konsep Istidraj dalam perspektif Ahmad Musthafa Al-Maraghi pada tafsir Al-Maraghi
ABSTRAK Reza Saputra, NIM 1930301032. Judul: “Analisis Konsep Istidraj Dalam Perspektif Ahmad Musthafa Al-Maraghi Pada Tafsir Al-Maraghi”. Skripsi. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. 2025. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana konsep istidraj dalam Perspektif Ahmad Musthafa Al-Maraghi pada Tafsir Al- Maraghi?. Adapun fokus pembahasan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana definisi dan pemahaman Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsir Al-Maraghi berkaitan dengan ayat-ayat Al-Qur`an yang membahas istidraj?. (2) Dan apa faktor yang menyebabkan seseorang terkena istidraj menurut tafsir Al-Maraghi?. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman Ahmad Musthafa Al-Maraghi mengenai ayat-ayat Al- Qur`an tentang istidraj. (2) Untuk mengkaji dan menganalisis penyebab terjadinya istidraj pada manusia sebagaimana dikemukakan oleh Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library Research) dengan metode maudhu’i. Sumber primer dalam penelitian ini adalah Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa Al-Maraghi. Sedangkan sumber data sekunder merupakan pelengkap yaitu jurnal, majalah, skripsi, dan artikel yang berkaitan dengan topik penelitian. Pengolahan data dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber yang menguraikan konsep istidraj, baik sumber data primer maupun sekunder, kemudian penulis menelaah semua data yang sudah dihimpun, dan mengamati secara hati-hati data primer dan sekunder yang membahas dan mendukung pembahasan istidraj. Kemudian diolah, dianalisis, dan dipaparkan dalam kalimat yang efektif. Hasil penelitian terkait istidraj ada 2 hal yaitu: (1) Istidraj menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi adalah ketika Allah Swt menjatuhkan orang-orang yang ingkar ke dalam siksa sederajat demi sederajat, yang mana semua itu dibungkus dengan kenikmatan yang berlimpah. Mereka menyangka itu kelebihan yang Allah Swt berikan, sehingga mereka tidak menyadari bahwa itu semua adalah istidraj. (2) Adapun penyebab manusia mendapatkan posisi istidraj adalah, yang pertama karena kekafiran atau kedustaan kepada Allah Swt, yang kedua karena kufur terhadap nikmat Allah Swt, dan yang ketiga karena kemaksiatan yang dilakukan.