Pengembangan Media Pembelajaran Fisika pada Materi Tata Surya SMP/MTs Menggunakan Augmented Reality (AR) Berbasis Unity 3D
ABSTRAK Oka Firdaus, NIM : 1830107024, Judul Skripsi “Pengembangan Media Pembelajaran Fisika pada Materi Tata Surya SMP/MTs Menggunakan Augmented Reality (AR) Berbasis Unity 3D”, Program Studi Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2024. Penelitian ini bermula dari permasalahan dalam pembelajaran IPA, di mana peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami dan membedakan objek-objek benda langit serta minimnya penggunaan media dalam proses pembelajaran, yang berdampak pada capaian hasil belajar mereka. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pengembangan media pembelajaran yang dapat membantu peserta didik memahami macam-macam objek benda langit secara konkret. Augmented Reality menjadi pilihan karena kemampuannya untuk memvisualisasikan materi tata surya. Oleh karena itu, dikembangkanlah media pembelajaran berbasis teknologi Augmented Reality pada materi tata surya dengan tujuan menghasilkan media yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Development, Dissemination). Namun, pengembangan media pembelajaran hanya sampai pada tahap development. Tahap define dilakukan melalui analisis muka belakang, karakter peserta didik, tugas, dan konsep. Pada tahap design media, menggunakan Unity 3D, Vuforia SDK, dan Blender 3D. Sedangkan pada tahap development, digunakan lembar validasi, instrumen praktikalitas, dan instrument efektivitas. Teknik analisis data yang dipilih yaitu analisis validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Hasil penelitian menjelaskan bahwa validitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi tata surya sangat tinggi, dengan hasil validasi oleh 3 ahli materi sebesar 90,4% dan oleh 5 ahli media sebesar 93,5%. Hasil praktikalitas dari respon 28 peserta didik menunjukkan tingkat praktis yang tinggi sebesar 91,8%. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,86 menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi. Dengan demikian, media ini sangat valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran.