Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Muhtar Haboddin

2 karya publik ditemukan.

2018: 2

Pengantar Ilmu Pemerintahan

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tulisan ini dimulai dengan pernyataan provokatif David Osborne dan Ted Gaebler dalam bukunya Mewirausahakan Birokrasi. Menurut kedua penulis itu: ―di penghujung tahun 1980-an, Majalah Time pada sampul mukanya menanyakan: Sudah Matikah Pemerintahan? Jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika adalah ―ya‖1. Lalu mengapa hingga saat ini, kita masih menyaksikan pemerintahan di Amerika maupun di tempat lain? Eksisnya sebuah pemerintahan di Amerika mengisyaratkan bahwa jawaban masyarakat Amerika dengan sendiri sudah terbantahkan. Itu artinya pemerintahan masih dibutuhkan dan selalu dibutuhkan oleh warga negara. Kebutuhan kita terhadap pemerintahan sangat beralasan—karena dua hal. Pertama, pemerintah bisa memberikan layanan kepada semua warganya tanpa diskriminasi. Semangat memberikan layanan secara adil tanpa diskriminasi sangat diperlukan bagi semua warga masyarakat. Misalnya kesehatan dan pendidikan untuk semua warga negara. Kedua, banyaknya daftar tugas dan fungsi pemerintahan yang tak bisa digantikan oleh institusi apapun termasuk pasar maupun organisasi non-pemerintahan2. Dua hal ini mengisyaratkan betapa pentingnya kehadiran pemerintahan dalam sebuah negara-bangsa.

Pengantar State Auxiliary Agency

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Argumen Thohari yang menyebutkan bahwa S t a t e A u xili a r y Agency [SAA] semi kekuasaan eksekutif dan semi kekuasaan legislatif‖ tentu patut kita kritisi bersama. Sebab SAA yang ada selama ini adalah kuasi eksekutif. Dikatakan kuasi karena lembaga SAA seperti Komisi Penyelenggaraan Pemilu dan Ombudsman sekedar menyebutkan contoh adalah lembaga yang menjalankan fungsi eksekutif. Ombudsman dalam menjalankan tugas dan fungsi membantu pemerintah dalam mendorong transparansi dan membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pemerintahan sangat diperlukan dalam konteks transisi politik. Dalam transisi politik yang sedang berlangsung ada kecenderungan lembagalembaga politik tidak mendapat kepercayaan dari publik. Ketidak percayaan publik terhadap lembaga politik mengharuskan para elit politik untuk berkompromi melalui pembentukan institusi baru, yang bisa diterima oleh semua pihak.