Profil penulis
Muhammad
1.539 karya publik ditemukan.
Prof. Dr. H.M. Rasjidi, pemikiran & perjuangannya
Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 1
Hukum pemerintahan daerah di Indonesia
On local government according to Indonesian laws.
Manajemen pondok pesantren dalam perspektif global
Model-model pengelolaan perguruan tinggi
Management of higher education with relation to political and social perspectives.
Pembahasan Undang-undang Dasar Republik Indonesia
Tata cara dan manfaat asuransi jiwa
Life insurance in Indonesia.
Mengerti Asbabun Nuzul: Rampai Peristiwa dan Pesan Moral di Balik Ayat-ayat Suci al-Qur'an
Rp. 60.000 / 28.000
Shahih Sunan Ibnu Majah. Jilid 3
Shahih Sunan Nasa'i Jilid 3
Rp. 147.000 / 147.000
Shahih Sunan Nasa'i Jilid 2
Rp. 143.000 / 163.000
Shahih Sunan Nasa'i Jilid 1
Notes From Qatar 3
The message of tableeg and daʻwah
Miscellaneous religious topics on Islam.
Qalandar-I-Sadat, Mir Sayid Muhammad Hussain Simnani
The book describes the arrival of Hazrat Mir Sayid Muhammad Hussain Simnani (RA) in Kashmir along with other Sayids in 760 AH/1359 AD. He played a great role in reforming the behavior of the Sultans and removal of superstitions, false beliefs and idol worship among the locals, by his preaching as well as use of miraculous powers.
Keterampilan Pers dan Jurnalistik Berwawasan Jender
Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya. Bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia perlu berkomunikasi. Dalam hidup bermasyarakat, orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain akan terisolasi. Pengaruh keterisolasian ini akan menimbulkan depresi mental yang pada akhirnya membawa orang pada kehilangan keseimbangan jiwa. Menurut Everest Kleinjan dari East West Center Hawai (dalam Cangara, 2003: 1), komunikasi merupakan bagian kekal dalam kehidupan manusia seperti halnya bernapas. Sepanjang manusia ingin hidup maka ia perlu berkomunikasi. Beberapa pakar juga menilai bahwa komunikasi adalah kebutuhan yang fundamental bagi seseorang dalam bermasyarakat. Profesor Wilbur Schramm menyebut komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tak dapat dipisahkan.
PEMBACAAN HADIS DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI
Artikel ini menguraikan setidaknya tiga persoalan penting, terkait dengan bagaimana pembacaan hadis-hadis Nabi Saw melalui sudut pandang antropologi sebagai ilmu yang terkait dengan manusia, mengapa hal ini perlu dilakukan, kemudian seperti apa contoh implikasinya dalam pemahaman terhadap sebagian hadis-hadis Nabi saw. Hal ini menjadi penting untuk didiskusikan karena bagaimanapun juga keberagamaan Muslim kerap menyentuh sisi-sisi kemanusiaan serta kemasyarakatan yang dinamis, senantiasa berubah dan berkembang. Fungsinya adalah supaya hadis sebagai pedoman kedua umat Muslim setelah alQur’an menjadi shalih li kulli zaman wa makan. Kemudian dengan menggunakan metode deskriptif analitis, serta memfokuskan pada penelitian terhadap hadis-hadis yang menerangkan tentang beberapa tatacara pelaksanaan shalat, memberikan simpulan bahwa jikalau dibaca dengan pendekatan antropologi, maka hadishadis tersebut bersifat historis temporal. Artinya membutuhkan pemahaman dan pengejawantahan yang mesti disesuaikan dengan kondisi umat manusia di setiap zaman. Contohnya adalah bentuk bangunan masjid yang sejak masa Nabi sampai sekarang telah banyak sekali mengalami perubahan. Sehingga berarti tatanan peribadatan yang terkait dengannya pun menyesuaikan bentuk perubahan tersebut, seperti barisan jamaah atau shaf, penggunaan sutrah, pelaksanaan shalat di atas kendaraan, tanah lapang, perahu, hingga dianjurkannya Muslimah untuk berjamaah di masjid dan sebagainya.