Pelaksanaan Nafkah Oleh Ibu Di Nagari Simpang Tonang Selatan, Pasaman
Meriza Putri, NIM 2230201028, Judul Skripsi “Pelaksanaan Nafkah Oleh Ibu Di Nagari Simpang Tonang Selatan, Pasaman” Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini membahas faktor-faktor penyebab ibu menjadi pihak yang melaksanakan kewajiban nafkah anak serta dampaknya terhadap pemenuhan hak anak di Nagari Simpang Tonang Selatan, Pasaman. Tujuan penelitian adalah menjelaskan faktor-faktor tersebut dan dampaknya. Jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer: ibu sebagai pelaksana nafkah, perangkat nagari, dan niniak mamak. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis: pengumpulan data, reduksi, penyajian, verifikasi. Penjaminan keabsahan: triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kewajiban nafkah oleh ibu di Nagari Simpang Tonang Selatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Berdasarkan data dari lima keluarga yang diteliti, satu keluarga mengalami kondisi tersebut akibat perceraian tanpa adanya pemenuhan nafkah dari pihak ayah, sedangkan empat keluarga lainnya disebabkan oleh ayah yang masih berada dalam rumah tangga tetapi tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemberi nafkah. Keadaan ini menyebabkan ibu menjadi penanggung jawab utama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Mayoritas ibu bekerja pada sektor informal seperti berdagang kecil, menjahit, atau pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang terbatas dan tidak menentu. Selain faktor ekonomi, minimnya dukungan dari keluarga besar maupun lingkungan sosial turut memperkuat beban yang harus ditanggung ibu secara mandiri. Dampak dari kondisi tersebut bersifat multidimensional. Di satu sisi, ibu berhasil menjaga terpenuhinya kebutuhan dasar anak, seperti pendidikan, kesehatan, sandang, dan pangan, sehingga keberlangsungan hidup dan proses tumbuh kembang anak tetap terjaga. Namun di sisi lain, ibu menghadapi beban ganda yang berat karena harus menjalankan peran sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama, yang berdampak pada kelelahan fisik dan tekanan psikologis. Anak-anak dalam kondisi ini cenderung menjadi lebih mandiri, tetapi terdapat potensi berkurangnya pendampingan emosional akibat tidak optimalnya peran ayah dalam struktur keluarga. Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara ketentuan normatif mengenai kewajiban nafkah dengan realitas sosial yang terjadi di masyarakat.