Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MELSI FITRIA

1 karya publik ditemukan.

2025: 1

Manajemen Pembelajaran Keagamaan dalam Tarekat Syattariyah di Surau Parak Laweh Pariangan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pembelajaran keagamaan dalam Tarekat Syattariyah di Surau Parak Laweh Pariangan. Tarekat Syattariyah, sebagai salah satu ajaran tasawuf di Indonesia, memiliki peran signifikan dalam pengembangan spiritual dan moral masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dalam Tarekat Syattariyah tidak bersifat formal, melainkan dilakukan secara lisan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Proses ini dimulai dengan bai'at, di mana calon murid berkomitmen untuk mengikuti bimbingan mursyid. Pendidikan di Surau Parak Laweh mencakup berbagai praktik spiritual, termasuk dzikir, shalat 40 hari, dan suluk, yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah dan menyucikan jiwa. Pelaksanaan pendidikan bersifat holistik, meliputi pembinaan akidah, akhlak, dan pemberdayaan masyarakat. Evaluasi dalam tarekat ini dilakukan secara personal oleh mursyid, yang mengamati perubahan sikap dan perilaku murid. Indikator keberhasilan meliputi konsistensi dalam beribadah dan pengembangan karakter yang baik. Dampak dari pendidikan ini terlihat pada peningkatan keimanan, pembentukan akhlak mulia, dan penguatan solidaritas sosial di antara anggota. Tarekat Syattariyah di Pariangan juga berfungsi sebagai penggerak perubahan spiritual dan sosial, membentuk individu yang saleh dan berdaya guna. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan tarekat dan pelestarian tradisi keagamaan di Indonesia. Dengan demikian, manajemen pembelajaran dalam Tarekat Syattariyah dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan spiritual dan sosial masyarakat setempat. Penemuan ini menunjukkan pentingnya integrasi antara pendidikan formal dan nilai-nilai spiritual dalam konteks masyarakat yang lebih luas, serta memberikan wawasan mendalam mengenai praktik spiritual dalam kehidupan sehari-hari.