2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil belajar fisika siswa khususnya kelas X SMAN 2Sungai Tarab masih tergolongrendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata dan persentase ketuntasan dari ulangan harian siswa kelas X SMAN 2Sungai Tarab tahun pelajaran 2016/2017. Rendahnya hasil belajar fisika siswa disebabkan karena pembelajaran fisika masih didominasi oleh guru dan intensitas keterlibatan siswa pada saat belajar sedikit. Berdasarkan masalah di atas peneliti memberikan solusi untuk menyikapi masalah tersebut, yaitu dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick menggunakan kartu soal dalam pembelajaran fisika di kelas X SMAN 2 Sungai Tarab. Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick memasukkan unsur permainan dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan pengalaman belajar aktif dan menyenangkan serta menambah ketertarikan siswa dan menumbuhkan motivasi siswa dalam mempelajari fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick menggunakan kartu soal terhadap hasil belajar fisika siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design.Pengambilansampel menggunakan simple random sampling yang menghasilkan dua kelas sample yaitu kelas X.4 sebagai kelas eksperimen dan X.3 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Data ranah afektif dan psikomotorsiswa menggunakan lembar observasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.Dari hasil tes akhir yang dilakukan dalam penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Rata-rata nilai akhir siswa untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing yaitu 73,47 dan 66,30. Untuk ranah afektif nilai rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing yaitu 72,12 dan 68,18. Sedangkan untuk ranah psikomotor nilai rata-rata untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing yaitu 73,10 dan 68,29. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t. Dari perhitungan diperoleh harga thitung = 1,98 sedangkan ttabel= 1,684 pada taraf nyata α = 0,05. Berarti thitung>ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa “hasil belajar fisika siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick menggunakan kartu soal lebih baik daripada hasil belajar fisika siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick materi gerak lurus di kelas X SMAN 2Sungai Tarab”.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Criticism on Muslim scholars' thoughts from Indonesia and Malaysia concerning hadith.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Terkait Fisika Bangunan, desain arsitektur terkait erat dengan kenyamanan visual, termal, dan audia. Buku Fisika Bangunan 2 ini adalah salah satu rangkaian seri Fisika Bangunan, yang menyajikan pembahasan terkait pencahayaan alami dan pencahayaan buatan untuk mendukung kenyamanan visual. Selain itu, buku ini juga membahas akuistik dan auditorium untuk mendukung kenyaman audial. Pencahayaan alami mencakup pengukuran kuat penerangan (E) dengan berbagai metode, yaitu menggunakan alat luxmeter, metode H/D & L/D. serta metode menggunakan software Ecotect, yang semuanya dibandingkan dengan standar (metode tabel), disertai review teori yang telah dipaparkan pada buku sebelumnya (Penerangan Alami – Fisika Bangungan 1). Pencahayaan buatan mencakup konsep dan teknik terkait penerapan pencahayaan buatan pada bangunan, standar pencahayaan buatan, klasifikasi lampu, karakteristik lampu, lampu hemat energi, teknologi yang mencakup laser, fiber-optic, dan lampu LED, termasuk perencanaan pencahayaan buatan yang mencakup perhitungan, pemilihan, serta layout dari luminer dan lampu. Kenyamaan audial mencakup teori bunyi yang meliputi tingkat bunyi, intesitas bunyi, frekuensi bunyi, keras bunyi, dan pengaruh lingkungan bunyi. Akustik mencakup konsep dan teknik terkait peristiwa akustik, studio radio, home theater, serta kontrol bising pada bangunan dan lingkungan, termasuk efek bising dan pengendalian bising. Auditorium mencakup definisi , klasifikasi, aspek desain fleksibilitas desain pada auditorium, serta terkait kesalahan akuistik, cacat akuistik, usaha akuistik, dan soudsystem pada auditorium. Buku ini disajikan dalam format yang mudah dibaca, dengan penjelasan yang rinci, tetapi sitematis serta dilengkapi dengan peta konsep dan banyak ilustrasi berwarna. GRIYA KREASI
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
On poverty reduction program for victim of Merapi volcanic eruption in Yogyakarta and Jawa Tengah, Indonesia.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembahasan skripsi ini bertolak dari permasalahan yang teridentifikasi dalam pembelajaran Matematika di SMPN 1 Batusangkar, yaitu sulitnya peserta didik dalam memahami materi matematika pada buku paket kurikulum 2013, dan media yang digunakan oleh guru untuk menjelaskan materi tidak bervariasi. Hal ini mengakibatkan kurangnya minat baca dan interaksi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Pada kurikulum 2013, guru diharapkan mampu mengimplementasikan setiap KI (kompetensi inti) dalam proses pembelajaran. Namun pengimplementasian KI-1(sikap spritual) dan KI-2 (sikap sosial) di dalam proses pembelajaran masih kurang terlihat, guru hanya terfokus pada pemahaman konsep peserta didik saja. Untuk mengatasi hal ini, maka diperlukan suatu inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik serta membantu menanamkan sikap spritual dan sosial pada peserta didik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan media pembelajaran, yaitu media komik digital interaktif pada materi perbandingan kelas VII SMP/MTs.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah validitas dan praktikalitas dari media komik digital interaktif pada materi perbandingan kelas VII SMPN 1 Batusangkar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan praktikalitas media komik digital interaktif pada materi perbandingan di SMPN 1 Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan) dan tahap develop (pengembangan). Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi dan angket respon. Pada proses validitas, prototipe media komik digital interaktif divalidasi oleh 2 orang pakar Pendidikan Matematika dan 1 orang pakar Ilmu Teknologi di STAIN Batusangkar, dan 1 orang pakar Pendidikan Matematika di SMPN 1 Batusangkar. Pada proses praktikalitas media komik digital interaktif diuji cobakan secara terbatas pada 20 orang peserta didik kelas VII SMPN 1 Batusangkar untuk melihat keterbacaan media yang dikembangkan.
Hasil penelitian ini adalah 1) Media komik digital interaktif pada materi perbandingan kelas VII SMPN 1 Batusangkar yang dirancang berada pada kategori sangat valid dengan presentase 81,7%, dari segi penggunaan IT media yang dirancang juga tergolong sangat valid dengan presentase 89,2%, dan 2) Media komik digital interaktif pada materi perbandingan kelas VII SMPN 1 Batusangkar tergolong sangat praktis dari segi keterbacaan berdasarkan penilaian dari peserta didik kelas VII SMPN 1 Batusangkar, dengan presentase 84,92%.