Kajian Hamka Mengenai Ayat-Ayat Sihir dalam Tafsir Al-Azhar
ABSTRAK Lailil Husna, Nim. 1930301022, Judul Skripsi: “Kajian Hamka mengenai Ayat-Ayat Sihir dalam Tafsir Al-Azhar”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun Akademik 2023. Mengenai perkembangannya, ternyata sihir juga ada pada masa nabi dan rasul. Pada masa kenabian, bahkan sihir dijadikan kekuatan serta cara bagi orang-orang untuk bertahan hidup. Mengingat nabi dan rasul menyampaikan ajaran kepada kebenaran, orang-orang jahiliah enggan menerima bahkan menuduh bahwa yang nabi dan rasul bawa adalah sihir. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pandangan Hamka tentang ayat-ayat sihir yang terdapat di dalam Al-Qur`an. Untuk mencapai hal tersebut, penelitian ini menggunakan (Library Research), yaitu penelitian kepustakaan dengan menyampaikan data terhadap Tafsir Al-Azhar serta referensi penambah lainnya yang berhubungan dengan sihir. Metode yang digunakan yaitu metode Maudhui tokoh dengan menghimpuj ayat-ayat tentang sihir kemudian dianalisis oleh tokoh tafsir (mufassir) dalam kitabnya. Analisis data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan ayat-ayat sihir kemudian menelusuri pandangan Hamka yang telah dipetakan. Setelah melakukan kajian Hamka mengenai ayat-ayat sihir dalam Tafsir Al-Azhar dapat disimpulkan bahwa kata sihir banyak terdapat di dalam Al-Qur`an Salah satunya adalah kata ataupun ayat yang membahas mengenai perkembangan sihir pada masa nabi dan rasul. Hamka berpendapat dalam Tafsir Al-Azhar bahwa terdapat fitnah dan kepada nabi dan rasul sebagai tukang sihir, serta mukjizat yang Allah berikan adalah sihir dan karangan nabi semata, bukan berasal dari Allah Swt. Hamka juga menjelaskan bahwa di dalam Al-Qur`an juga terdapat bahaya serta kelemahan sihir, bahwa sihir hanyalah tipuan yang akan menyengsarakan orang yang menggunakannya. Sihir adalah tipuan yang nyata.