Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

KHAIRATIL MADANI

1 karya publik ditemukan.

2024: 1

RASM AL-QUR’AN : STUDI TEKSTOLOGI-FILOLOGIS TERHADAP MANUSKRIP AL-QUR'AN PASIA LAWEH SUNGAI TARAB

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Khairatil Madani, NIM 2030301018 Judul Skripsi: “Rasm al-Qur’ān: Studi Tekstologi-Filologis Terhadap Manuskrip al-Qur’ān Pasia Laweh Sungai Tarab”. Program Studi Ilmu al-Qur’ān dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian terhadap Manuskrip al-Qur’ān Kuno di Indonesia terutama dari segi aspek rasm telah banyak diteliti, namun masih ada di antara mansukrip tersebut yang belum diteliti termasuk salah satunya Manuskrip al-Qur’ān yang ada di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Sungai Tarab. Tujuan dari penelusuran yang penulis lakukan adalah untuk mendeskripsikan bagaimana karakteristik rasm dalam Manuskrip al-Qur’ān Pasia Laweh serta menguji konsistensi penggunaan rasm pada Manuskrip al-Qur’ān Pasia Laweh Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filologi, sumber primernya adalah Manuskrip al-Qur’ān Pasia Laweh. Serta teknik pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini yaitu teknik studi dokumen dengan menggunakan metode analisi isi dokumen (content analysis) . Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Manuskrip al-Qur’ān Pasia Laweh merupakan peninggalan Syaikh Hafiz seorang ulama yang berasal dari Nagari Pasia Laweh kecamatan Sungai Tarab kabupaten Tanah Datar. Kemudian berdasarkan pengamatan yang telah penulis lakukan dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakteristik rasm yang digunakan dalam Manuskrip Pasia Laweh ada 2 macam yaitu rasm utsmani dan rasm imla’i . Namun jika dilihat lagi dalam penulisan manuskrip ini lebih cendrung peggunaan rasm imla’i, hal itu tampak pada 72 lafadz yang ter inindaksi menggunakan rasm imlā’i dalam penulisannya. Namun jika dilihat pada konsistensi penyalin dalam menggunakan kaidah rasm dapat dilihat pada lafadz السموات yang penulisannya tidak mengikuti kaidah dari 2 yaitu rasm utsmānī dan rasm imlā’i. Namun adanya pencampuran rasm dalam satu lafadz tersebut yaitu dengan menerapkan hazf alif (pembuangan alif) setelah mim dan itsbat alif (penambahan alif) setelah wawu. Hal ini menunjukkan ketidakkonsistennya penyalin manuskrip dalam menerapkan kaidah rasm pada Manuskrip al-Qur’ān Pasia Laweh.