MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA RELIGIUS DI SMPN 25 KERINCI
KHAIRAL JAILANI, NIM 2002011034, Judul Tesis: “MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA RELIGIUS DI SMPN 25 KERINCI”. Program studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Batusangkar 2022. Pokok permasalahan pada tesis ini adalah belum diketahui bagaimana manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMPN 25 Kerinci. tujuan dari pembahasan tesis ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMPN 25 Kerinci. dalam rangka mewujudkan terbentuknya budaya religius di SMPN 25 Kerinci dengan harapan bisa untuk mencapai tujuan pendidikan yakni membentuk akhlak peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (qualitative research) dengan tujuan untuk mendapatkan data-data melalui studi lapangan yang bisa dikumpulkan. Jenis penelitian ini yaitu studi kasus dengan maksud membahas tentang manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMPN 25 Kerinci. metode pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu 1) observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumentasi. Dari ketiga data yang dikumpulkan oleh peneliti dapat dianalisis guna untuk mendapatkan temuan dari penelitian, hal ini dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data serta menarik kesimpulan. Dari penelitian yang peneliti lakukan di lapangan diketahui bahwa manajemen kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMPN 25 Kerinci. Pertama, melaksanakan perencanaan, dalam perencanaan tersebut ada bebarapa tahapan yakni; mengadakan rapat, menetukan target, menampung masukan/ide, , merencanakan kegiatan, strategi dalam membangun budaya religius. Kedua, melakukan pengorganisasian, dalam pengorganisasian ada bebrapa langkah yaitu; membagi tugas, pemanfatan sumber daya,. Ketiga melakukan pelaksanaan, yang dalam kegiatan pelaksanaan yang dilakukan yakni; mengadakan sholat dzuhur berjamaah, melaksanakan kegiatan pengajian, membiasakan 3S (Senyum, Sapa,Salam), melaksanakan kegiatan tahfiz Al-Qur’an, membiasakan hidup bersih, memperingati hari besar Islam. Keempat, yaitu melakukan evaluasi setelah kegiatan dilaksanakan, adapun bentuk dari evaluasi yang dilakukan yakni: evaluasi terjadwal dan tak terjadwal( evaluasi setelah kegeitan dilaksanakan). Hal ini terbukti dari data yang peneliti peroleh di lapangan. Peneliti memperoleh data dari Kepala Sekolah, WK Kepala Sekolah, Guru, TU, Siswa dan orang Tuan Siswa SMPN 25 Kerinci dan bukti berupa dokumentasi berupa photo kegiatan yang dilaksanakan.