Analisis Peran Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Tigo Sarumpun Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Nagari III Koto
IQBAAL NAPANSA DESRINEL, NIM 2230404084. Judul Skripsi "Analisis Peran Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Tigo Sarumpun dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Nagari III Koto". Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. BUMNag Tigo Sarumpun didirikan pada tahun 2022 di Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dengan modal awal Rp 100.000.000 dari pemerintah nagari. BUMNag menjalankan tiga unit usaha yaitu penggemukan ternak sapi, depot air minum isi ulang, dan program ketahanan pangan. Namun keberadaan unit usaha tersebut belum memberikan dampak yang maksimal karena keterbatasan modal, kurangnya tenaga pengelola, pemasaran yang belum optimal, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peran BUMNag Tigo Sarumpun dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Nagari III Koto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data adalah Wali Nagari, Direktur BUMNag, Pengurus BUMNag, BPRN, KAN, dan tokoh masyarakat Nagari III Koto. Keabsahan data diperkuat dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMNag Tigo Sarumpun telah menjalankan perannya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Nagari III Koto melalui penyediaan modal dan fasilitas usaha, sosialisasi program, pelaksanaan unit usaha, penyerapan aspirasi masyarakat, pembukaan lapangan kerja, serta mendorong partisipasi masyarakat. Peran tersebut diwujudkan melalui tiga unit usaha, yaitu penggemukan ternak sapi yang bekerja sama dengan peternak lokal menggunakan sistem bagi hasil, depot air minum isi ulang yang menyediakan air bersih layak konsumsi sekaligus membuka lapangan kerja, serta program ketahanan pangan berupa penanaman jagung dan singkong bersama kelompok tani dengan sistem bagi hasil. Unit-unit usaha tersebut telah membuka kesempatan kerja bagi petani dan peternak lokal serta mempekerjakan masyarakat nagari pada unit depot air minum. Namun, dampak peningkatan ekonomi belum dirasakan secara merata karena masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam musyawarah Nagari terkait BUMNag.