Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Harjono

12 karya publik ditemukan.

2018: 52017: 7

Géodynamique du Détroit de la Sonde, Indonésie

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

CE TRAVAIL EST LE RESULTAT DE L'INTERPRETATION DE LA CAMPAGNE DE MICROSISMICITE EFFECTUEE DANS LE DETROIT DE LA SONDE (ETE 1984) QUI CONSTITUE UNE ZONE DE TRANSITION ENTRE DEUX MODES DE SUBDUCTION: FRONTALE SOUS JAVA ET OBLIQUE SOUS SUMATRA. LA SISMICITE CRUSTALE EST CONCENTREE SOUS LE KRAKATOA, DANS LE GRABEN SITUE A L'OUEST DU DETROIT ET AU SUD DE SUMATRA. LES MECANISMES FOCAUX REVELENT UN REGIME EN EXTENSION DU FAIT DU MOUVEMENT VERS LE NORD-OUEST DE LA PLAQUE D'AVANT ARC DE SUMATRA LE LONG DE LA FAILLE DE SEMANGKO. L'ETUDE DE LA PROPAGATION DES ONDES S A REVELE L'EXISTENCE DE DEUX RESERVOIRS MAGMATIQUES SOUS LE KRAKATOA

Menjelajahi Kearifan Cinta

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Apa yang disampaikan buku ini adalah sari pati kehidupan. Sari pati yang dimiliki manusia sekaligus sebagai ruh utama dalam peradaban manusia.Tidak ada hal yang lebih indah dari anugerah Tuhan kecuali cinta. Cinta adalah air kehidupan. Dan, pencarian yang dilakukan terhadapnya adalah manifestasi dari kasih sayang, persaudaraan, dan kerendahhatian.

Prosiding Kongres Pancasila IV

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 Juni 2011 di Surabaya. Dari tiga kali Kongres Pancasila tersebut telah banyak dihasilkan rumusan-rumusan deklarasi yang sangat berkualitas dan bermakna. Atas dasar hasil-hasil yang telah dicapai dari Kongres Pancasila sebelumnya itu, maka pada Kongres Pancasila IV kali ini dipilih dan ditetapkan tema “Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Saat ini tidak ada lembaga khusus pengawal Pancasila. Padahal, diakui atau tidak Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Keadaan ini dinilai jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelum reformasi. Saat itu, MPR mempunyai berbagai wewenang, dan salah satunya “memelihara” Pancasila. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila itu menyebabkan Pancasila kehilangan dasar legitimasi kenegaraannya. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila, berimplikasi pada tidak adanya mekanisme yang jelas dalam mensosialisasikan Pancasila. Peran tersebut saat ini nampaknya berusaha dimainkan oleh MPR dengan slogan kebanggaannya “4 Pilar Hidup Bernegara” yang mensejajarkan posisi Pancasila dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Terlepas dari ketidaktepatan konsep dasar yang ada dalam slogan itu, kita mengakui bahwa MPR memiliki niat baik untuk membumikan Pancasila. Saat ini tidak ada rambu-rambu pengimplementasian Pancasila yang jelas dan baku. Padahal, rambu-rambu itu mutlak diperlukan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, rambu-rambu itu perlu segera diadakan. Mempertimbangkan hal-hal diatas, kiranya perlu ada upaya serius untuk membentuk atau menunjuk lembaga khusus pengawal Pancasila, yang nantinya diberi wewenang, antara lain untuk menyusun rambu-rambu pengimplementasian Pancasila tersebut secara tepat, terstruktur, dinamis dankontekstual.

The Journeys

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Account of the Indonesians on their travel to various places.