Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Ekky

12 karya publik ditemukan.

2017: 12

Amsterdam Surprises

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tulip, kincir angin, kanal-kanal, dan jembatan yang khas... Hanya itukah pesona negeri Belanda yang ada di pikiran Anda ketika bertualang di sana? Semua itu memang tak akan bisa dipisahkan dari negeri Belanda. Namun sebenarnya, ada lebih banyak lagi hal menakjubkan di sana ketika kita bersedia melongok lebih dalam. Ekky Imanjaya menceritakan beragam penelusuran uniknya di negeri ini, khususnya di kota Amsterdam. Mulai dari pernak-pernik seputar sejarah dan budaya Belanda yang dalam beberapa hal tak bisa dipisahkan dari negeri kita; tentang musik dan film, hingga tentang survival dalam pergaulan dan agama. Penulis juga berbagi tentang hal-hal dan tempat-tempat menarik di salah satu kota terbebas di dunia ini, termasuk tempat makan, belanja buku, museum, dan lain-lain. Amsterdam Surprises yang ada di sini pastinya akan membuat Anda benar-benar surprised. ### “Mengagumkan! Buku ini memiliki keunggulan dari segi muatan isi dan style pengungkapannya. Sangat layak dibaca oleh semua lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun di negeri Belanda.” —William de Weerd, Korwil ESQ Eropa, Ketua Persatuan Pemuda Muslim Eropa “Tulisan yang bisa 'menyedot' pembacanya masuk ke situasi yang sebenarnya. Kreatif, inovatif, ringan, sekaligus sangat informatif.” —Putri Lokitasari, Sekretaris IKANED (Ikatan Keluarga dan Alumni Netherland) dan alumni HAN University, Arnhem [Mizan, Lingkar, Pena, Traveling, Indonesia]

Remaja Doyan Nonton (Seri Penuntun Remaja)

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ada larangan seperti ini, "Hei, nggak boleh nonton film! Nggak baik, bikin otak elo rusak, tuh!"atau "Ngapain nonton-nonton?! Film, tuh banyak mudaratnya ketimbang benernya!" Boleh jadi, banyak di antara kamu yang mengamini pendapat ini. Budaya tontonan seringkali diapresiasi negatif, lebih banyak merusak dibandingkan membawa manfaat. Pertentangan seperti ini sah-sah saja sebenarnya, siapa yang benar tidaklah terlalu penting. Yang jadi soal terletak pada, "mampu nggak kita membuat tandingannya?" Kalo film yang banyak kita tonton nggak baek, jawab dengan cerdas. Bikin karya, dong! Lawan karya yang tidak baik dengan karya yang baik --yang unggul. Bukan cuma ngecap doang. Ayo, nonton dengan cerdas, dan buktikan kalau kita juga bisa bikin karya! [Mizan, DAR Mizan, Cerita, Remaja]

A to Z about Indonesian Film

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Banyak penulis film yang menulis tanpa memiliki pengetahuan tentang dunia yang ditulisnya. Mereka dapat menjadi angin yang membawa kapal penonton ke arah yang salah. Membaca buku ini, saya memiliki harapan kalau Ekky akan menjadi angin yang positif buat penonton. -Rudi Soedjarwo, Sutradara Bahasa buku ini tidak njelimet dan tidak saja mendorong kita untuk menonton film, tapi juga memberikan cara memahami film. -Deddy Mizwar, Sutradara dan Aktor Segala aspek film Indonesia terkumpul di sini. Dari dulu sampai sekarang, orang-orangnya, dan sejarahnya. Pokoknya seru! Penulisannya juga enak, kayak sedang cerita. -Wulan Guritno, Aktris Sineas-sineas muda berkarya, bintang-bintang baru bermunculan, film-film Indonesia baru terlahir dari generasinya. Tentu saja, tidak lepas dari pujian dan kritikan. Saatnya kritikus film muda hadir dengan perannya untuk memperkaya kebangkitan film Indonesia, yang akan menempatkan kembali film Indonesia di dunia industri sekaligus dunia idealisme "alam pemikiran" agar tidak terjebak dalam euforia. Maju terus perfilman Indonesia! -Artika Sari Devi, Putri Indonesia 2004 dan Pemain Film [DAR! Mizan, Anak, Film, Indonesia]

The Backdoors of Jakarta

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

How Eliana, Eliana and Rindu Kami pada-Mu), as case studies of post-Reform Indonesian films, represent social issues in Jakarta in a (neo)-realistic way? This thesis focuses on the representation of social issues in the city of Jakarta, such as gender issues, poverty and the problems of urban life, as well as the physical landscape and mental landscape of Jakarta, and the connection between representation theory and realism approach in filmmaking.

Ahmadiyah menggugat

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Commentary on the book "Menggugat Ahmadiyah" written by Muchlis M. Hanafi on Ahmadiyya, an Islamic religious sect in Indonesia.

20 Catatan Besar Piala Emas

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

1. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 1954, penentuan pemenang pertandingan antara Spanyol dan Turki ditentukan oleh seorang anak bernama Luigi Franco Gemma. Anak salah satu pekerja stadion ini dipilih untuk mengambil salah satu bola undian yang bertuliskan nama dua negara tadi. Lantas yang terpilih memenangi pertandingan adalah Turki. 2. Piala Dunia 1950, kali terakhir Brazil berlaga menggunakan jersey warna putih. Warna tersebut dianggap kurang memberikan semangat dan keceriaan, yang menjadi gaya hidup masyarakat Brazil, di atas lapangan hijau. 3. Tim Prancis 1978 harus meminjam jersey milik klub lokal, Atletico Kimberley, yang berwarna hijau strip vertikal putih pada waktu melawan Hungaria. Hal ini karena kedua tim hanya membawa jersey cadangan yang sama-sama berwarna putih. Les Blues akhirnya harus menggunakan jersey yang tidak mencerminkan jati diri mereka. Untungnya jersey tersebut tidak membawa kesialan karena tim Ayam Jantan Prancis berhasil menaklukkan kesebelasan Magyar Hungaria dengan skor 3-1. *** Selalu ada cerita menarik tentang bola. Kemenangan dan kekalahan tak bisa diprediksi pasti dan cerita yang terjadi di lapangan bergulir dengan penuh kejutan. 20 Catatan Besar Piala Emas mengupas sejarah, fakta, dan mitos seputar perhelatan akbar piala dunia mulai dari 1930 hingga perhelatan ke-20 di tahun ini. Temukan banyak cerita menarik seputar supremasi sepak bola antar-negara yang belum kita ketahui. -GagasMedia-

Why Not? Remaja Doyan Filsafat

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menyenangkan! Itu adalah kata kunci yang paling tepat untuk mengunyah semua isi buku ini dengan lahap. Dengan gaya bahaya yang lugas dan menggoda, kita bisa menemukan segerombolan masalah yang asyik dibaca, dan penting. Jika selama ini kamu merasa tidak menemukan jawaban terhadap masalah-masalah paling pribadi - dan dalam bahasa kerennya filosofis- kamu bisa menemukannya di sini. Emm... emang bisa, Remaja Doyan Filsafat? Hei, Why Not Buku ini berbicara seputar budaya pop, musik, film, sastra, filsafat, dan Islam, serta keberadaan generasi gaul masa kini. Semua ditulis dengan bahasa yang akrab dan populer. Helvy Tiana Rosa (Ketua FLP, dan Anggota Dewan Kesenian Jakarta) [Mizan, DAR Mizan, Referensi, Sosial, Budaya]