Manusia Perspektif Al-Qur'an (Studi Atas Kata Bani Adam Pada Tafsir Ibnu Katsir)
ABSTRAK David Saputra, NIM 1730301001, Judul Skripsi “Manusia Perspektif Al-Qur’an (Studi Atas Kata Bani Adam Pada Tafsir Ibnu Katsir)” Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang penelitian ini adalah manusia perspektif al-Qur’an pada tafsir Ibnu Katsir. Adapun sub fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana ungkapan Bani Adam direpresentasikan dalam Al-Qur'an menurut Tafsir Ibnu Katsir, (2) Bagaimana hakikat Bani Adam di dalam Al-Qur'an menurut Tafsir Ibnu Katsir, (3) Apa saja kewajiban Bani Adam di dalam Al-Qur'an menurut Tafsir Ibnu Katsir. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan tematik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup tafsir Ibnu Katsir sebagai sumber utama, dan kitab suci al-Qur’an, buku, serta artikel sebagai sumber sekunder. Untuk analisis data, metode deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) Konteks Pengungkapan Kata Bani Adam di Dalam Al-Qur'an Menurut Tafsir Ibnu Katsir: Dalam Tafsir Ibnu Katsir, kata "Bani Adam" diungkapkan dalam Al-Qur'an sebagai sebutan untuk manusia secara umum. Al-Qur'an sering menggunakan istilah ini untuk mengingatkan manusia tentang asal-usul mereka, tanggung jawab mereka sebagai makhluk ciptaan Allah, dan peringatan atas godaan syaitan. Misalnya, dalam Surah Al-A'raf ayat 27, Allah mengingatkan manusia untuk tidak terperdaya oleh syaitan sebagaimana syaitan telah menggoda Adam dan Hawa. Pengungkapan ini bertujuan untuk menyadarkan manusia akan pentingnya menjaga diri dari godaan dan menjalankan perintah Allah dengan benar. (2) Hakikat Bani Adam di Dalam Al-Qur'an Menurut Tafsir Ibnu Katsir: Menurut Tafsir Ibnu Katsir, hakikat Bani Adam dalam Al-Qur'an adalah bahwa mereka adalah makhluk yang diberi keistimewaan dan kehormatan oleh Allah. Manusia diciptakan dengan kelebihan dibandingkan makhluk lain, seperti kemampuan berjalan tegak, menggunakan tangan untuk makan, serta diberikan pendengaran, penglihatan, dan hati untuk memahami serta membedakan yang baik dan buruk. Manusia juga diberi tanggung jawab untuk mengenali dan mengikuti ajaran Allah serta menjaga diri dari godaan syaitan. Hakikat ini menunjukkan betapa mulianya posisi manusia di hadapan Allah dan tanggung jawab besar yang mereka emban. (3) Kewajiban Bani Adam di Dalam Al-Qur'an Menurut Tafsir Ibnu Katsir, secara keseluruhan, Tafsir Ibnu Katsir menegaskan bahwa Bani Adam memiliki kewajiban untuk hidup sesuai dengan perintah Allah, menjaga moralitas, waspada terhadap tipu daya setan, dan menjalankan peran mereka sebagai khalifah di bumi dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab yang telah Allah amanahkan. Penekanan ini memperlihatkan betapa pentingnya manusia untuk selalu menjaga hubungan mereka dengan Allah dan menjalankan amanah-Nya dengan sebaik-baiknya.