PERAN PEMBIAYAAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PELAKU USAHA MIKRO DI BMT AGAM MADANI MAGEK
Danil Pratama. Nim 1930401041.(2025). Judul Skripsi: “PERAN PEMBIAYAAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PELAKU USAHA MIKRO DI BMT AGAM MADANI MAGEK”. Program Studi Perbankan Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok pembahasan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran BMT Agam Madani Magek terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro dalam pemberian pembiayaan. Dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh BMT Agam Madani Magek terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro. Jenis penulisan yang digunakan dalam menulis skripsi ini adalah Penelitian Lapangan (Field Research). Penelitian kualitatif berlandaskan pada filsafat postpositivisme, karena digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Dimana peneliti adalah instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan dengan cara triangulasi data, hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.(Sugiyono,2011) penulis langsung melihat dan melakukan wawancara dengan 1(satu) pengurus BMT Agam Madani Magek dan bersama 6 (enam) orang pelaku usaha mikro yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan usaha mikro, dengan menggunakan metode Kualitatif adalah yang menggambarkan kejadian dan fenomena yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dilapangan, bahwa peran BMT Agam Madani Magek dalam melakukan pembiayaan terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro adalah menyediakan produk pembiayaan yaitu, murabahah, dan qard hasan. adanya program pembiayaan murabahah dan qard hasan ini dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan para pelaku usaha mikro yang kekurangan modal dalam menjalankan usahanya. tahun 2019-2020 nasabah mengalami peningkatan jumlah yaitu 9 orang dengan total pembiyaan naik sebanyak Rp.31.000.000, tahun 2020-2021 nasabah naik 16 orang dengan total pembiayaan naik sebanyak Rp.69.850.000, tahun 2021-2022 nasabah tidak mengalami peningkatan sedangkan total pembiayaan mengalami penurunan Rp.31.350.000, dan pada tahun 2022-2023 nasabah naik 6 orang dengan total pembiayaan naik Rp.19.000.000. Adapun kendala-kendala yang dihadapi BMT Agam Madani Magek dalam melakukan pembiayaannya diantaranya adalah adanya unsur kesengajaan dan ketidak sengajaan, kredit macet, nasabah melarikan diri, nasabah tidak kompeten, nasabah tidak jujur dan kondisi usahan yang menurun. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kendala yang dihadapi oleh BMT Agam Madani Magek ini agar dapat lebih profesional lagi dalam memberikan pinjaman terhadap nasabah.