Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Boy Candra

3 karya publik ditemukan.

2016: 3

Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua

2016 · Book · Koleksi Perpustakaan

Puisi merupakan satu genre tulisan yang selama ini terkesan ‘berat’. Tidak bisa dipungkiri, puisi merupakan bacaan minoritas. Hal ini disebabkan oleh kesan yang ditampilkan selama ini puisi adalah bacaan ‘berat’. Dengan kesadaran demikian, akhirnya menjadi tantangan tersendiri untuk menulis puisi yang lebih ringan. Puisi yang bisa dinikmati oleh semua orang. Terutama remaja dan dewasa muda. -Mediakita-

Satu Hari di 2018

2016 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku? Sungguhlah, hal paling menyedihkan untuk ditatap di dunia ini adalah perempuan yang sedang patah hatinya. Walau kau tahu, setelah patah hati selalu ada cinta yang lebih baik. Jangan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang salah. Sesuatu yang seolah menyakitimu. Kau dan aku pernah sepakat, bahwa bukan cinta yang menyakiti manusia. Sebab pada hakikatnya, cinta adalah kebahagiaan, walaupun patah hati tetap saja bisa menjadi kenangan tidak menyenangkan yang berulang. Beberapa orang tak akan percaya, bahwa kenyataan kadang terlalu sakit baginya, hal yang menjadi alasan untukku menulis cerita-cerita di buku ini. –Boy Candra -MediaKita-

Setelah Hujan Reda

2016 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri. Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi di mataku. Namun ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi. Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih. Aku sadar, terkadang orang yang kita cintai diciptakan Tuhan bukan untuk dimiliki, tetapi aku ingin Tuhan menciptakanmu untuk memilikiku. Sebual Novel karya Boy Candra yang diterbitkan oleh MediaKita.