Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Atikah Mabrurah

2 karya publik ditemukan.

2020: 2

Makna dan Fungsi Qasam Dalam Surat At Tin Menurut Mufassirin Berdasarkan Berbagai Corak Penafsiran

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ATIKAH MABRURAH, NIM 1630301004, Judul Skripsi: “MAKNA DAN FUNGSI QASAM DALAM SURAT AT-TIN MENURUT MUFASSIRIN BERDASARKAN BERBAGAI CORAK PENAFSIRAN”, Skripsi, Program Strata Satu (S-1) Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Kota Batusangkar, Tahun 2016, berjumlah 89 halaman. Semenjak pra Islam, masyarakat Arab sudah akrab memakai sumpah (qasam) untuk menegaskan bahwa yang dikatakannya itu benar. Dalam agama Islam sumpah adalah pernyataan atau tidak melakukan sesuatu perbuatan yang telah dikuatkan dengan kalimat sumpah yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan syara’. Oleh karena itu, al-Qur`an diturunkan dilingkungan bangsa Arab dan juga dalam bahasa Arab, maka Allah SWT juga meggunakan sumpah dalam mengkomunikasikan kalam-Nya. Pada surat at-Tin ini Allah SWT bersumpah dengan empat hal yang substansinya berbeda, yaitu Tin, Zaitun, bukit Thursina dan negara yang aman. Berbeda dengan sumpah pada surat-surat lainnya. Kebanyakan Allah SWT bersumpah dengan beberapa hal namun substansinya sama, seperti yang terdapat dalam al-Qur`an surat adh-Dhuha, asy-Syams, al-Lail dan lain sebagainya. Maka, dari sanalah penulis mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana makna dan fungsi qasam dalam surat at- Tin menurut mufassirin berdasarkan berbagai corak penafsiran?. Tujuan pembahasan ini untuk mendeskripsikan dan menganalisa penafsiran makna dan fungsi sumpah (qasam) Allah SWT dalam surat at-Tin menurut mufassirin berdasarkan berbagai corak penafsiran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti, yaitu mengupas secara konseptual dengan cara menulis, mengedit, dan menyajikan data serta menganalisisnya. Dalam arti pada semua sumber data yang penulis gunakan berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan permasalahan yang telah dibahas dan pada pengumpulan data ini bersumber dari data primer, yaitu kitab-kitab tafsir yang menjadi rujukan utama penulis. Dalam analisis ini, penulis menggunakan content analysis yaitu berdasarkan data-data penulis mengungkapkan penafsiran dari kitab-kitab tafsir dengan berbagai corak penafsiran Dari penelitian yang penulis lakukan di pustaka dapat penulis simpulkan, diantaranya: 1) Penafsiran makna qasam dalam surat at-Tin diartikan menjadi 4 substansi, yaitu Tin dan Zaitun diartikan sebagai buah-buahan, makanan sebagai cemilan serta obat yang memiliki banyak manfaat. Tin dan Zaitun juga diartikan sebagai sebuah tempat yakni gunung, masjid serta negara yang memiliki atau ditumbuhi oleh Tin dan Zaitun. Tin dan Zaitun juga artikan sebagai penciptaan Allah SWT yang memiliki segudang manfaat. Serta Tin diartikan sebagai sasaran-sasaran penangkapan hati dan Zaitun diartikan sebagai sasaran-sasaran penangkapan jiwa. Kemudian Thur Sinin diartikan sebagai gunung tempat Nabi Musa AS menerima wahyu Ilahi. Tempat tersebut dinamakan Sinin dan Sina’ sebuah gunung yang rimbun dengan pepohonan yang berbuah. Terakhir, al-Balad al-Amin diartikan sebagai kota Mekkah yang aman, tenang dan terpelihara. 2) Fungsi qasam dalam surat at-Tin yaitu fungsi qasam (sumpah) Allah SWT untuk mengungkapkan sumpah-Nya dengan memberi argumentasi tentang kebanaran ucapan tersebut. Maka Sumpah tersebut berfungsi sebagai bentuk pengagungan kepada para nabi yang menerima wahyu Ilahi untuk peninggian derajat para nabi. Dan sumpah-sumpah-Nya pun berfungsi sebagai argumentasi, dan karena itu Allah SWT memilih sesuatu yang mempunyai kaitan erat dengan kandungan sumpah-Nya. Kemudian sebagai penyempurna dan penguat hujjah yang disampaikan. Sumpah dalam al-Qur`an juga sebagai penguat pemberitaan yang disampaikan oleh Allah SWT kepada manusia, baik mengenai hal-hal yang ghaib maupun mengenai kejadian-kejadian yang akan datang, sehingga orang-orang yang diberikan hujjah itu mau menerima dan meyakini kebenaran-Nya.

Konsep Amanah Dalam Perspektif Al Quran ( Kajian Tematik Tafsir Al Azhar Karya Buya Hamka)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

FADEL MUHAMMAD FIKLI. NIM 1630301008. Judul skripsi: “Konsep Amanah Dalam Perspektif Al – Qur`an (Kajian Tematik Tafsir Al Azhar Karya Buya Hamka)”. Jurusan Ilmu Al Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negri (IAIN) Batusangkar. Amanah dalam bahasa arab itu berarti kepercayaan, lurus, atau setia.Amanah juga dapat diartikan sebagai sebuah sifat yang dapat dipercaya atau tidak khianat dalam segala hal perbuatan, perkataan, dan juga hukum. Secara umum amanah ini sangatlah luas sekali maknanya, bahkan dalam hal menyimpan rahasia, tulus dalam memberikan pendapat dan masukan kepada orang yang meminta pendapat kita serta menyampaikan sebuah pesan kepada orang yang benar, yang mana pesan itu dititipkan melalui kita juga termasuk sebagai amanah. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1). Bagaimana Konsep amanah dalam perspertif Al Qur`an menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar. (2). Bagaimana macam macam amanah menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar (3). Bagaimana analisis penulis terhadap konsep dan macam macam amanah menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini berdasarkan rumus masalah di atas yaitu. (1). Untuk mendeskripsikan dan menganalisa konsep amanah dalam perspektif Al Qur`an menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar. (2). Untuk mendeskripsikan dan menganalisa bentuk bentuk amanah menurut penafsiran Buya Hamka. (3). Untuk mendeskripsikan analisis penulis terhadap amanah dalam penafsiran Buya hamka. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian ini mengunakan kepustakaan. Metode yang digunakan adalah metode tafsir tematik / maudu`i dan tehnik pengumpulan ayat mengunakan Al Mu`jam Al Mufahras li Afazh Al Qur`an Al Karim. Sumber data primer dari penilitian ini adalah ayat ayat Al Qur`an yang berkaitan dengan amanah. Yang dikaji pada kitab Tafsir Al Azhar. Data sekunder dalam penelitian ini adalah buku buku, jurnal jurnal yang berkaitan dengan amanah. Hasil dari penelitian ini adalah Amanah hamba dengan Tuhannya. mencapai apa yang di Ridhai Tuhannya dan menyediakan segenap diri untuk mendekati Allah. Maka segala maksiat atas dosa dosa adalah khianat kepada Allah. Amanah terhadap sesama Hamba Allah. Termasuk menyampaikan pesan kepada yang berhak menerima, menyampaikan titipan sampai yang punya datang meminta, menyimpan rahasia yang dipercayakan orang, menjaga silaturrahim keluarga, ketaatan menjunjung tinggi undang undang negara. Amanah insan terhadap dirinya. Menurut Ar Razi dalam tafsirnya, termasuk dalam ini, amanah di dalam memilih mana yang muslihat untuk diri, bagi kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan jangan mendahulukan kehendak syahwat dan angkara murka yang akan dapat membawa celaka. Termasuk juga menuntut ilmu pengetahuan yang berfaedah. Bermata pencaharian, jangan mengangur.