Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Abdul Rani Usman

3 karya publik ditemukan.

2017: 3

Etnis Cina Perantauan di Aceh

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh dengan Dataran Cina dimulai semenjak lancarnya transportasi laut. Kontak budaya antara Cina dan Aceh secara diplomasi diawali pada abad 13 dan 15 M. Pada suatu lawatan utusan diplomat Cina pergi ke Aceh menyerahkan Lonceng Cakradonya kepada Raja Aceh pada tahun 1409 M, sebagai lambang persahabatan. Sebaliknya Raja Aceh mengirimkan utusan Aceh (Duta Besar) ke Cina yaitu Zainal Abidin Dan khususya pada Musim dingin tahun ke 1413 berlayarlah utusan Cina ke Samudra termasuk ke Aceh. Hubungan diplomasi dibarengi dengan hubungan bisnis yang saling menguntungkan sehingga kedua bangsa tersebut terjalin atas dasar saling menghargai. Selanjutnya setelah terjadi kekacauan politik dan ekonomi di Daratan Cina, sehingga mengakibatkan migrasi besar-besaran orang Tiongkok ke Nanyang (Asia Tenggara), sehingga masyarakat Cina terpaksa mengadu nasibnya di Nusantara dengan bekerja apa saja asal dapat mempertahankan hidupnya di perantauan. Bekerja tanpa kenal lelah membuat etnis Cina perantauan berhasil dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Fenomena tersebut terlihat etnis Cina dipandang oleh Belanda sebagai kelas menengah bersama Timur Asing lainnya. Di bidang politik etnis Cina dapat menyatukan dirinya dengan pemerintah setempat seraya mempertahankan edentitas kecinaan mereka. Sedangkan identitas Cina sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia mempnyai identitas ganda yaitu identitas Indonesia dan Cina. Pada masa revolusi kebudayaan di Cina pada tahun 1966 terjadi perubahan besar-besaran di Cina dan berpengaruh terhadap Cina di Indonesia. Karena waktu itu etnis Cina dianggap berhaluan komunis. Sedangkan komunis adalah sangat dibenci di Indonesia. Akhirnya pudarlah kebudayaan Cina termasuk di Aceh. Etnis Cina di Aceh pada peristiwa komunis mereka sebagian hijrah ke Medan Sumatra Utara dan pulang ke daratan Cina. Dan yang lainnya menetap di Aceh. Etnis Cina di Aceh mayoritas suku Khek, dan berbahasa Khek bersama etnis mereka. Sedangkan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua. Dan sebagian dari mereka dapat berbahasa Aceh bila bermitra bisnis dengan orang Aceh. Etnis Cina yang tinggal di tempat pecinaan sangat sedikit yang dapat berbahasa Aceh. ​

Sejarah Peradaban Aceh

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini mencoba menggali asal-usul suku bangsa Aceh yang diawali dari pencarian asal-usul kata Aceh itu sendiri, keragaman suku bangsa Aceh yang unik, hubungan sosial, ekonomi, budaya dan juga politiknya dengan bangsa India, Timur Tengah, Cina maupun Arab, sehingga terjadilah suku bangsa Aceh seperti yang sekarang ini, yang berbeda dengan suku bangsa lainnya dalam susunan suku bangsa Indonesia pada umumnya. Penulis mengulas fenomena perubahan social dan budaya di dalam masyarakat Aceh yang antara lain disebabkan perkawinan antar suku bangsa di luar suku bangsa Aceh yang beragam, juga adanya pengaruh politik pemerintah pusat apalagi dengan terbentuknya DOM (Daerah Operasi Militer) untuk mencegah lebih banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh dewasa ini. Konflik politik sengaja tidak begitu ditonjolkan karena analisis lebih difokuskan pada fenomena sejarah, abtropologi dan social suku bangsa Aceh.

Sejarah peradaban Aceh

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

History of Aceh people and sociocultural conditions of Aceh Province.