HUBUNGAN ANTARA CAREER ANXIETY DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
Asyifa Salsabila, NIM 2230306009, Judul Skripsi “Hubungan anatara Career Anxiety dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah”. Program studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Transisi dari dunia perkuliahan menuju dunia kerja merupakan fase penting yang sering kali diiringi oleh berbagai ketidakpastian dan kekhawatiran, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir. Kekhawatiran terkait masa depan karir atau yang dikenal sebagai career anxiety dapat memengaruhi kondisi psikologis individu, termasuk kesejahteraan psikologis yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara career anxiety dengan psychological well-being pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 233 orang dengan sampel penelitian berjumlah 70 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Career Anxiety Scale untuk mengukur tingkat career anxiety dan skala Psychological Well-Being Scale untuk mengukur tingkat psychological well-being. Data dianalisis menggunakan uji ststistik korelasi Spearman Rho untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara dua variabel. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa (r= -0.756) dengan taraf signifikansi 1% (p=0.0000.01) hal ini berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak, artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara career anxiety dengan psychological well-being pada mahasiswa tingkat akhir. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat career anxiety yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir, maka semakin rendah tingkat psychological well-being nya, dan sebaliknya, apabila tingkat career anxiety mahasiswa tingkat akhir rendah, maka psychological well-being nya akan semakin tinggi.