Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANNISA MARDHATILLAH

1 karya publik ditemukan.

2024: 1

Analisis Pengetahuan Kearifan Lokal Minangkabau Siswa Kelas X pada Materi Ekosistem di SMAN 1 Lintau Buo Utara

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta yang ditemukan dilapangan bahwa pembelajaran biologi di sekolah belum terintegrasi dengan kearifan lokal Minangkabau. Selain itu, daerah Lintau Buo Utara masih kental dengan adat dan budaya kearifan lokal Minangkabau, akan lebih baik jika mengintegrasikan kearifan lokal Minangkabau ke dalam pembelajaran Biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi pengetahuan kearifan lokal Minangkabau terkait materi Ekosistem siswa kelas X di SMAN 1 Lintau BuoUtara. Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar wawancara yang berisi kisi-kisi dan pertanyaan pedoman wawancara tentang pengetahuan umum kearifan lokal Minangkabausebagai pertanyaan pengantar dan pengetahuan kearifan lokal Minangkabau terkait materi Ekosistem, perekam suara dan kamera Hp. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan umum kearifan lokal Minangkabau siswa kelas X SMAN 1 Lintau Buo Utara tentang pengetahuan kearifan lokal Minangkabau siswa terkait materi Ekosistem dinyatakan bahwa siswa sudah mengetahui dan dapat menyebutkan contoh dari bentuk-bentuk kearifan lokal Minangkabau terkait materi Ekosistem, seperti upacara turun mandi yang berkaitan dengan ekosistem buatan dan pacu jawi berkaitan dengan ekosistem sawah, yang bermakna pentingnya menjaga kelestarian ekosistem. Petatah “alam takambang jadi guru”, “ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun”,kalimat dalam petatah petitih tersebut mengandung unsur alam, yang bermakna bahwa alam mengajarkan segala aturan dan prinsisp hidup masyarakat Minangkabu. Kepercayaan rimbo larangan, tabek larangan, banda larangan, ikan larangan, bermakna untuk melestarikan lingkungan dan ekosistem sekitarnya. Penggunaan kemenyan saat upacara mando’a dan pemanfaatan tumbuhan sebagai obat-obatan tradisional yang bermakna agar melestarikan alam dan budaya Minangkabau. Makan bajamba yang bermakna memperkuat silaturahmi antar masyarakat sekaligus melestarikan budaya masyarakat Minangkabau.