1630302008
lulus
Profil penulis
2 karya publik ditemukan.
lulus
Annisa Febriani, NIM 1930301005 (2024). Judul Skripsi :”Tradisi Khataman Al-Qur`an bagi Anak Daro di Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan”. Prodi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang penelitian ini adalah kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Puar tepatnya di Jorong Sungai Puar dalam menjalankan Tradisi Khataman Al-Qur`an bagi anak daro (pengantin wanita) setelah akad nikah. Adapun penelitian ini membahas tentang: (1) sejarah dan praktik tradisi khataman Al-Qur`an bagi anak daro di Nagari Sungai Puar, (2) makna/nilai yang terkandung khataman Al-Qur`an bagi anak daro di Nagari Sungai Puar, (3) pandangan masyarakat mengenai tradisi khataman Al-Qur`an bagi anak daro di Nagari Sungai Puar, dan (4) nilai living Qur`an yang terdapat dalam tradisi khataman Al-Qur`an bagi anak daro di Nagari Sungai Puar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan memakai living Qur`an dan fenomenologi sebagai pendekatannya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Sumber data primer yakni Alim Ulama, orang siak dan pelaku yang menjalankan praktik tradisi khataman Al-Qur`an bagi anak daro, serta masyarakat Jorong Sungai Puar. Hasil yang diperoleh dari penelitian di lapangan mengenai tradisi khataman Al-Qur`an bagi anak daro di Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan menunjukkan bahwa (1) Tradisi Khataman Al-Qur`an bagi anak daro di Nagari Sungai Puar sudah ada sejak zaman Sungai Puar masih ada kelurga kerajaan yang disebarkan oleh Buya Muallim. Praktik pelaksanaan khatam Al-Qur`an bagi anak daro dilakukan setelah akad nikah, dimulai dengan berpakaian khatam dari mushalla berada tengah kampung, kemudian diarak sekeliling kampung dengan majelis taklim membacakan beberapa syair, dan dilakukan khatam Al-Qur`an di rumah anak daro dan terakhir guru diberikan berupa ucapan terima kasih berupa jamba langkok (2) Makna dilaksanakannya khatam Al-Qur`an adalah untuk memeriahkan pesta perkawinan dan menunjukkan bahwa memiliki kemampuan membaca Al-Qur`an karena dianggap sebagai kemampuan yang menunjukkan nilai spiritual yang baik serta mampu berumah tangga, (3) Pandangan masyarakat sangat baik ketika ada yang khatam Al-Qur`an, dan bagi yang tidak berkhatam mendapatkan hukuman moral berupa anggapan tidak mampu membaca Al-Qur`an, ini menjadi aib tersendiri di tengah masyarakat, (4) Pelaksanaan khataman Al-Qur`an bagi anak daro ini memiliki living dari tipologi yaitu estetis, resepsi eksegenis, dan resepsi fungsional. Nilai living segi praktik dan living kebendaan, baik dari segi pakaian berkain hitam Malaya, hingga kebendaan yang mengiringi praktik.