PENGALAMAN WORK-LIFE BALANCE PADA IBU BEKERJA YANG MEMILIKI ANAK PRASEKOLAH DI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, PENGENDALIAN PENDUDUK, DAN KELUARGA BERENCANA
ABSTRAK Afrilliani, NIM 2230306003 Judul Skripsi “Pengalaman Work-Life Balance Pada Ibu Bekerja yang Memiliki Anak Prasekolah di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana”. Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah perempuan yang menjalankan peran ganda sebagai pekerja sekaligus ibu yang memiliki anak prasekolah. Kondisi tersebut menuntut ibu untuk menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, sehingga memunculkan pengalaman work-life balance yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman work-life balance pada ibu bekerja yang memiliki anak prasekolah di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas tiga informan utama, yaitu ibu bekerja yang memiliki anak prasekolah, serta tiga informan pendukung yang berasal dari suami, rekan kerja, dan anggota keluarga yang mengetahui pengalaman informan utama. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan tahapan fenomenologi Moustakas, meliputi epoche, reduksi fenomenologis, pembentukan unit makna, deskripsi tekstural dan struktural, serta sintesis esensi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian, ibu bekerja yang memiliki anak prasekolah menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam menjalankan peran sebagai pekerja sekaligus ibu, seperti keterbatasan waktu bersama anak, beban dan tuntutan pekerjaan, kesulitan membagi perhatian, serta kelelahan fisik dan emosional. Kondisi tersebut berdampak pada kehidupan keluarga, seperti berkurangnya waktu bersama anak, menurunnya keterlibatan dalam pengasuhan, serta perubahan emosi dan kualitas interaksi ibu dengan anak. Di sisi lain, kebutuhan anak seperti menyusui, menyiapkan MPASI, dan mendampingi anak ketika sakit juga dapat memengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Meskipun demikian, ibu tetap melakukan berbagai penyesuaian, seperti mengatur waktu, menentukan prioritas, serta memanfaatkan dukungan suami dan keluarga agar kebutuhan anak dan tanggung jawab pekerjaan tetap dapat dijalankan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman work-life balance pada ibu bekerja yang memiliki anak prasekolah merupakan proses dinamis dalam menghadapi tuntutan pekerjaan, pengasuhan anak, dan kehidupan keluarga.